Bank SulutGo Fokus Tekan NPL

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) fokus menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menjadi di bawah 1,5% pada akhir tahun nanti, dari posisi saat ini sebesar 1,7%.
Rustam Agus | 26 Agustus 2018 21:08 WIB
Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry A. M. Dendeng (kanan) dan Direktur Welan T. Palilingan memberikan paparan mengenai kinerja perusahaan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Kamis (12/10). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, MANADO— PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan  Gorontalo  (Bank SulutGo) fokus menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menjadi di bawah 1,5% pada akhir tahun nanti, dari posisi saat ini sebesar 1,7%.
Direktur Utama Bank Sulut Go Jeffry M. Dendeng menjelaskan, rasio kredit bermasalah Bank Sulut Go meningkat dari 1,4% menjadi 1,7%.
Guna menekan rasio tersebut, pihaknya pun telah bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi untuk mempermudah proses penagihan.
“Kita kerja sama dengan kejaksaan tinggi. Ini lebih efektif untuk melakukan penagihan,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, upaya penurunan NPL bisa dilakukan dengan penyelesaian kredit macet. Selain itu, juga bisa dengan ekspansi berupa penyaluran kredit.
Adapun realisasi penyaluran kredit BSG hingga 30 Juni mencapai Rp11,14 triliun, naik 17,75% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,46 triliun.
Kenaikan kredit terjadi terutama terjadi di sektor UMKM, dengan persentase kenaikan 98,81% yaitu Rp838,80 miliar dibandingkan posisi akhir pada Juni 217 sebesar Rp421,9 miliar.
Dia menambahkan, pihaknya juga tengah mencetak setidaknya 60.000 kartu debit dan kredit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Rencananya, penyaluran kartu GPN tersebut akan dilakukan mulai minggu depan di seluruh cabang SulutGo.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) PT Bank Central Asia Tbk. (BCA)  Manado Felicia Lily Jaury menyatakan, pihaknya juga siap untuk menyediakan kartu GPN bagi seluruh nasabah BCA di Sulut, khususnya Manado. Untuk minggu pertama, pihaknya akan mendistribusikan sebanyak 500 kartu GPN kepada nasabah.
“Untuk minggu pertama kita sediakan 500 kartu untuk nasabah. Setelah itu akan cetak lagi,” ujarnya.
Seperti diketahui, sebanyak 15 bank di Sulawesi Utara mulai menerapkan secara bertahap  sistem  Gerbang Pembayaran Nasional yang menghubungkan berbagai macam transaksi elektronik pada setiap instrument bank pada satu sistem pembayaran.
Perbankan tersebut di antaranya Bank SulutGo, Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN, Bank Panin, Bank Danamon, Bank Maybank, KIB Hana Bank, OCBC Bank, Bank Bukopin, Bank Sinar Mas, dan Bank Victoria.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut Soekowardojo menjelaskan, sistem GPN memberikan keuntungan baik bagi nasabah, pedagang, hingga perbankan. Bagi nasabah dan pedagang (merchant), mendapat untung dari penghematan pengenaan biaya transaksi di mesin EDC (Merchant Discount Rate/MDR).

Pasalnya, pengenaan MDR untuk transaksi di mesin EDC bank yang berbeda hanya 1%  dari sebelumya 2-3%.
Bahkan, pengenaan MDR 0% akan diberlakukan pada pencairan dana bantuan sosial (bansos) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
“Secara mudah, masyarakat tidak perlu lagi mencari mesin EDC dari bank yang sama dengan kartu yang dimiliki, karena semua kartu yang berlogo GPN dapat digunakan pada seluruh mesin EDC di Indonesia,” ujarnya.

Tag : npl, bank sulutgo
Editor : Deandra Syarizka

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top