Tingkat Bauran Energi Baru Terbarukan di Sulut 44%

Oleh: Deandra Syarizka 23 Agustus 2018 | 18:59 WIB
Tingkat Bauran Energi Baru Terbarukan di Sulut 44%
Suasana pusat perbelanjaan dan hotel di kawasan Boulevard of Business, Jalan Pierre Tendean Manado./Istimewa

Bisnis.com, MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengklaim tingkat bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulut mencapai 44%, jauh di atas target bauran EBT nasional sebesar 23% pada 2025.

Adrianus B. Tinungki, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, Sulut menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi energi hijau cukup besar, terutama dari panas bumi.

“Sulut sekarang green energy. Yang paling besar dari panas bumi itu 120 MW,” ujarnya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi Se-Indonesia, Kamis (23/8).

Dia menambahkan, daya terpasang kelistrikan di Sulut mencapai 422 MW, sedangkan beban puncak pemakaian pada malam hari sebesar 360 MW. Sementara, kontrak kapal pembangkit listrik dari Turki yang berkapasitas 120 MW habis pada 2022.

Seperti diketahui , saat ini terdapat  dua kapal pembangkit listrik yang beroperasi di Sulut. Kapal pertama berkapasitas 120 Mega Watt (MW) yang telah mengaliri listrik sejak tahun 2016 ke sistem kelistrikan Sulut dan Gorontalo serta kapal kedua yang berkapasitas 35 MW tiba di Sulut pada Juni 2018.

“Untuk ke depannya, kita akan tambah Pembangkit Listrik Tenaga Surya  Likupang 15 MW pada 2019 sudah mau dibangun dengan investor dari Korea. Pembangkit listrik tenaga surya tanpa limbah pasti masuk Sulut dan Gorontalo,” ujarnya.

Senada, Sekdaprov Sulut Edwin Silangen menyatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah secara optimal mendorong upaya pengelolaan disektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Upaya itu dilakukan dengan cara menemukan potensi energi baru yang terbarukan sebagai sumber investasi daerah, menjamin ketersediaan energi listrik dan BBM bagi daerah yang membutuhkan (desa belum memiliki listrik, pulau kecil terpencil dan daerah perbatasan), serta upaya pembangunan sarana dan prasarana sektor ESDM yang memadai, berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Menurut Silangen, optimalnya pengelolaan sektor ESDM di Sulut juga didukung dengan kondisi Sulut yang termasuk dalam wilayah yang memiliki sumber daya mineral yang besar dan tersebar dikawasan peruntukan pertambangan mineral logam, mineral bukan logam dan batuan, pertambangan minyak dan gas, serta kawasan panas bumi.

 

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya