Petani Sulut Berharap Harga Cengkih Menanjak Naik

Petani cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berharap harga perdagangan komoditas yang dijuluki emas cokelat ini dapat menyentuh harga Rp150.000 per kilogram.
Newswire | 23 Agustus 2018 14:41 WIB
Petani memperlihatkan cengkeh yang siap dijual di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (31/7). - Antara

Bisnis.com, MANADO – Petani cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berharap harga perdagangan komoditas yang dijuluki emas cokelat ini dapat menyentuh harga Rp150.000 per kilogram.

"Harga ini dinilai wajar untuk mengimbangi biaya pertanian yang terus naik," kata Wakil Ketua Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI) Sulut Adrian Sembel di Manado, Kamis.

Dia mengatakan petani memiliki kerinduan harga cengkih bisa sama dengan harga pada saat 2014.

Sebab kata dia, jika melihat harga pembelian pada awal Agustus 2018, harga rata-rata pembelian di Kota Manado sudah jatuh di bawah Rp100.000 per kg menjadi Rp95.000 per kg.

Bahkan harga pembelian langsung di tingkat petani di desa-desa bisa lebih murah dari Rp90.000 per kg.

Padahal, kata dia berdasarkan perhitungan, biaya pengeluaran petani dalam setiap satu kilogram cengkih kering bisa menyentuh Rp92.000. Pengeluaran ini sudah termasuk dengan biaya buruh, makanan, terpal untuk menjemur, dan perlengkapan lainnya hingga transportasi.

"Hitung-hitungannya dengan harga saat ini petani tidak akan mendapat untung," paparnya.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah daerah perlu membantu melobi pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan strategis terkait penurunan harga salah satu komoditi andalan di Sulut.

Sumber : Antara

Tag : sulut
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top