Bank Sulselbar Perluas Sindikasi Proyek Infrastruktur Strategis

Oleh: Amri Nur Rahmat 09 Agustus 2018 | 13:19 WIB
Kantor Bank Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan./Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Sulselbar kembali merealisasikan penyaluran kredit untuk proyek infrastruktur nasional melalui skema sindikasi.

Paling terbaru, BPD milik pemda se-Sulsel dan Sulbar ini terlibat dalam sindikasi pembiayaan proyek Tol Layang AP Pettarani Makassar bersama dengan BCA dengan nilai mencapai Rp1,55 triliun.

Direktur Utama Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat mengatakan hingga semester pertama 2018 ini, perseroan telah menjangkau sekitar 10 proyek infrastruktur dalam kerangka portofolio kredit sindikasi.

Dia menguraikan, sebelum Tol Layang AP Pettarani sudah terdapat beberapa proyek lainnya yang mengikutkan Bank Sulselbar dalam hal dukungan pembiayaan seperti Makassar New Port, Bandara Kertajati serta beberapa infrastruktur strategis lainnya.

“Untuk portofolio sindikasi, kami punya alokasi hingga Rp1,8 triliun termasuk untuk proyek Tol Layang dengan partisipasi kami Rp230 miliar,” katanya usai penandatangan fasilitas kredit sindikasi dengan PT BMN, Kamis (9/8/2018).

Adapun untuk proyek Tol Layang AP Pettarani, sindikasi disalurkan kepada PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) selaku eksekutor proyek infrastruktur perhubungan tersebut.

Pada fasilitasi sindikasi itu, Bank Sulselbar bersama dengan BCA menyalurkan pinjaman dengan total Rp1,55 triliun dan ber durasi hingga 12 tahun.

Menurut Rahmat, keterlibatan perseroan dalam sindikasi Tol Layang AP Pettarani menjadi implementasi dari komitmen mendukung pembangunan nasional terutama pada sisi infrastruktur perhubungan strategis.

Setelah Tol Layang AP Pettarani, lanjut dia, masih ada beberapa proyek infrastruktur lainnya yang bakal menjadi sasaran penyaluran kredit skema sindikasi dengan menggandeng bank nasional.

“Kami masih memiliki ruang ekspansi sindikasi sekitar Rp500 miliar tahun ini, dan di semester kedua ada beberapa proyek lagi yang bakal direalisasikan,” katanya.

Secara khusus, keterlibatan Bank Sulselbar dalam sindikasi proyek infrastruktur dinilai menjadi nilai tambah untuk memposisikan sebagai bank daerah yang aktif dalam pembangunan nasional.

“Sebagai bank pembangunan daerah, kita berharap pembiayaan ini bisa terus menguatkan peran kita dalam pembangunan berbagai infrastruktur, khususnya di Sulsel dan Sulbar,” kata Rahmat.

Menurut dia, pihaknya memang selalu memberi perhatian besar terhadap berbagai proyek infrastruktur yang dinilai mampu memberikan dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi.

Adapun proyek Tol Layang AP Pettarani sendiri telah dimulai sejak akhir April 2018 dan saat ini tengah memasuki tahap pengerjaan proyek dari sisi fisik.

Proyek itu merupakan penambahan lingkup dari jalan tol kelolaan BMN di Makassar dan merupakan inisiasi pula dari pemerintah daerah setempat unntuk mengurai kemacetan lalu lintas sekaligus membangun konektivitas di Timur Indonesia. 

Tol Layang AP Pettarani (Seksi III) dibangun di atas jalan nasional A.P. Pettarani itu diestimasi menyerap investasi Rp2,2 triliun dengan masa konstruksi 22 bulan tanpa adanya tahapan pembebasan lahan.

Sementara itu, Direktur Utama Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha mengatakan fasilitas kredit sindikasi itu akan lebih memperkuat struktur pendanaan perseroan dalam memacu realisasi fisik proyek Tol Layang pertama di wilayah timur tersebut.

“Pada aspek yang lebih luas, ini implementasi dari dukungan kami menerapkan skema pembiayaan proyek infrastruktur non anggaran pemerintah,” katanya. 

Sesuai dengan perencanaan, proyek prestisius itu ditargetkan rampung pada 2020 mendatang dan siap berkontribusi dalam mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Makassar

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya