Bulog Sulteng Pacu Pengadaan Beras pada Musim Panen Semester II

Oleh: Newswire 06 Agustus 2018 | 10:48 WIB
Bulog Sulteng Pacu Pengadaan Beras pada Musim Panen Semester II
Ilustrasi./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, PALU – Bulog Sulawesi Tengah pada semester II musim panen (MP) 2018 ini akan memacu pengadaan beras di daerah itu untuk memenuhi target pembelian yang telah ditetapkan Perum Bulog pusat.

Kepala Bulog Sulteng, Khozin di Palu, Senin (6/8/2018), mengatakan hingga kini pengadaan beras di daerahnya masih sekitar 24 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 50.000 ton.

"Kita saat ini baru menyerap sekitar 10.000 ton," kata dia.

Prosentasenya masih kecil sehingga Bulog perlu bekerja lebih keras lagi pada MP semester II yang sekarang ini sedang berlangsung di sejumlah daerah di Sulteng.

Di beberapa daerah di Sulteng sekarang ini sedang panen dan pada September 2018 akan ada panen raya lagi dan Bulog harus bisa memanfaatkan setiap masa panen untuk menyerap beras petani lebih banyak.

Tetapi dalam kenyataannya, Bulog agak sulit bersaing dengan swasta (para pedagang pengumpul) karena harga pembelian mereka jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Bulog membeli berdasarkan HPP yang ditetapkan pemerintah yakni Rp8.030/kg. Harga beras pembelian pedagang Rp8.500/kg.

Menurut dia, tidak ada kata menyerah. Apapun kendala yang dihadapi, Bulog harus menerobosnya membeli beras petani sesuai standar harga pembelian.

Karena itu, kata dia, semua kekuatan Bulog dikerahkan untuk merealisasi target pengadaan beras yang ditetapkan itu. "Kita bersyukur mendapat dukungan Gubernur Sulteng dan juga TNI sehingga Bulog setiap hari bisa menyerap meski berjalan seret karena harus bersaing dengan para pedagang pengumpul dari luar Sulteng.

Pedagang yang dari luar Sulteng membeli beras di daerah ini adalah berasal dari Manado dan Gorontalo.

Khozin meminta kepada semua jajajaran Bulog di kabupaten dan kota di Sulteng untuk lebih gencar lagi membeli beras petani di daerahnya masing-masing. Di Sulteng ada enam daerah pengahsil beras terbesar yakni Parigi Moutong, Banggai, Poso, Donggala, Sigi dan Tolitoli.

Gubernur Sulteng telah mengeluarkan instruksi untuk semua bupati dan jajaran Dinas Pertanian di daerah tersebut harus menjual beras sekitar 10 persen dari hasil produksi petani kepada Bulog. "Dan ini sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir ini, katanya.

Pada 2017, pengadaan beras di Sulteng melampaui target yang ditetapkan. Target pengadaan ditetapkan hanya 42.160 ton dan realisasi mencapai 43.000 ton.

Meski hingga kini pengadaan masih jauh dari target, Bulog Sulteng tetap optimistis bisa tercapai.

 

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya