Manado Alami Deflasi 0,68% pada Juli 2018

Oleh: Deandra Syarizka 01 Agustus 2018 | 18:52 WIB
Tomat salah satu penyumbang deflasi di Manado./Antara-Wahdi Septiawan

Bisnis.com, MANADO  –  Kota Manado menjadi satu-satunya kota di Sulawesi yang mengalami deflasi pada Juli 2018, dengan tingkat deflasi sebesar 0,68%, yang terutama disebabkan oleh adanya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan dan pengeluaran sandang.

Ateng Hartono, Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara menjabarkan, penyumbang deflasi terbesar di Kota Manado pada Juli 2018 yaitu tomat sayur sebesar 1,21%, bawang merah 0,13%, papaya 0,02%, sedangkan penyumbang inflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,19%, tarif pulsa ponsel 0,1%, dan angkutan udara 0,089%.

“Hanya Kota Manado yang bulan Juli mengalami deflasi. Kota lainnya di Sulawesi mengalami inflasi pada Juli,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (1/8/2018).

Dia menambahkan, terdapat 11 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi. Dari kota tersebut, 10 kota mengalami inflasi, dan hanya Manado yang mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 1,2% pada Juli, diikuti oleh Kota Pare-Pare 1,02%, Kota Watampone 0,89%, Kota Palopo 0,72%, Kota Kendari 0,66%, Kota Bulukumba 0,51%, Kota Makassar 0,48%, Kota Palu 0,2%, Kota Gorontalo 0,14%, Kota Mamuju 0,14%

Berdasarkan data BPS, sejarah deflasi tertinggi di Kota Manado terjadi pada Desember 2016 sebesar 1,52%, dan berikutnya terjadi pada Mei 2017 sebesar 1,13%, dan September 2017 sebesar 1,04%.

Dalam paparannya, dia menjelaskan bahwa dengan deflasi sebesar 0,68%, Kota Manado mengalami penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 133,23 pada Juni 2018 menjadi 132,32 di Juli 2018. Sementara secara tahun kalender, perkembangan inflasi Manado sampai Juli ini mencapai sebesar 2,8%, sedangkan inflasi year-on-year sebesar 1,88%.

Dia menambahkan, pergerakan indeks harga konsumen pada kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 4,06% atau terjadi penurunan indeks dari 164,35 pada Juni 2018 menjadi 157,68 pada Juli 2018. Penurunan indeks umumnya disebabkan oleh sub kelompok sayur-sayuran yang turun sebesar 19,29% dan sub kelompok ikan diawetkan yang turun sebesar 0,4%.

Sementara sub kelompok yang mengalami peningkatan indeks adalah sub kelompok buah-buahan yang naik sebesar 2,81%, sub kelompok bumbu-bumbuan naik sebesar 2,28%, sub kelompok daging dan hasilnya naik 1,2%, diikuti oleh sub kelompok ikan segar naik sebesar 0,73%, sub kelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya nak 0,19%.

Di lain sisi, kelompok lainnya juga tercatat mengalami pergerakan indeks harga yang meningkat atau inflasi, seperti makanan jadi, minuman rokok dan tembakau yang mengalami inflasi 0,75%, lalu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar juga mengalami inflasi 0,01%, kelompok kesehatan umum dengan inflasi 0,43%, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan di bulan JUli 2018 yang mengalami inflasi 1,39%.

Adapun, indeks harga konsumen pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Juli 2018 tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan Juni 2018, relatif stabil sebesar 116,35%

 

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya