PLN Bakal Pasok Kebutuhan Listrik Vale Indonesia

Oleh: Amri Nur Rahmat 30 Juli 2018 | 16:50 WIB
PLN Bakal Pasok Kebutuhan Listrik Vale Indonesia
Aktifitas penambangan nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk terlihat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - PLN Wilayah Sulselbar bakal menyuplai kebutuhan listrik PT Vale Indonesia Tbk. yang bergerak pada industri pertambangan nikel di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

GM PLN Wilayah Sulselbar Bambang Yusuf mengatakan kapasitas daya terpasang yang dimiliki PLN saat sudah sangat siap untuk memenuhi kebutuhan listrik segmen industri dalam skala besar termasuk Vale.

Dia menguraikan, daya terpasang atau daya mampu untuk Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) saja telah mencapai 1.560 MW, sedangkan beban puncak berada di kisaran 1.100 MW.

Adapun untuk pasokan listrik bagi Vale, papar Bambang, bakal disalurkan melalui transmisi listrik tegangan tinggi 150 kV menyesuaikan dengan jadwal jalinan kerjasama seperti yang tertuang dalam MoU antara kedua belah pihak.

"Dengan kerja sama antara PLN dan sektor industri ini diharapkan dapat menciptakan multiplier effect, dimana terdapat peningkatan penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan gairah ekonomi khususnya di Sulsel," ujar Bambang usai penandatanganan MoU dengan Vale, Senin (30/7/2018).

Pada sisi lain, lanjut dia, masuknya Vale sebagai salah satu pelanggan PLN Wilayah Sulselrabar untuk segmen industri semakin menunjukkan kesiapan perseroan melayani permintaan listrik dari investor.

"Jangan ragu untuk menggunakan layanan kami karena PLN sudah berpengalaman dan ahli dalam soal kelistrikan," ucapnya.

Sebagai informasi, PT Vale Indonesia Tbk. merupakan perusahaan tambang yang memproduksi nikel matte serta membutuhkan pasokan listik mendukung ekspansi produksi.

Perusahaan tambang yang terfasiliasi dengan Vale Limited, korporasi tambang multinasional yang berbasis di Brasil, itu dilketahui mematok target produksi 90.000 ton pada 2022 mendatang.

Dalam mendukung target tersebut, perseroan membutuhkan pasokan listrik tambahan untuk menunjang ekspansi produksi pada level 90.000 ton per tahun.

Sejauh ini, kinerja produksi nikel matte Vale Indonesia berada pada angka rerata 77.000 ton per tahun dengan dukungan daya listrik secara kumulatif sebesar 365 megawatt (MW).

Kapasitas pembangkit tersebut diklaim hanya cukup untuk menunjang operasi pertambangan di Sorowako, Luwu Timur, dan diestimasikan tidak mampu menunjang kegiatan operasional dengan target optimal 2022 mendatang.

Secara umum, masuknya Vale Indonesia sebagai salah satu pelanggan PLN bakal menjadi konsumen listrik terbesar di wilayah Sulselrabar. Padahal pada beberapa waktu terakhir, fasilitas PLTA milik Vale justru memasok sistem kelistrikan PLN dengan daya sekitar 10 MW.

CEO Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan jalinan dengan PLN menjadi salah satu opsi dalam mendukung ekspansi perseroan yang membutuhkan tambahan pasokan listrik.

Denga demikian, dia berharap agar komunikasi dengan PLN bisa dilakukan secara berkesinmabungan agar layanan ketenagalistrikan dapat segera terealisasikan.

"Pelayanan PLN sudah semakin baik sekarang ini dan hal tersebut tampak pada saat PLN datang menjemput bola," tambah Nico usai seremoni penandatanganan MoU..

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer