Ekspansi ke Ternate, TunaiKita Jadi Alternatif Permodalan UMKM

Oleh: Deandra Syarizka 27 Juli 2018 | 14:23 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial/flickr

Bisnis.com, MANADO — PT Digital Tunai Kita, perusahaan teknologi finansial, meluaskan pasar ke Ternate, Maluku Utara sebagai alternatif permodalan bagi 30.000 Usaha Mikro, Kecil  dan Menengah (UMKM) yang memperkerjakan 36.000 orang.

VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengatakan financial technology (fintech) menjadi jembatan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan konvensional. Jutaan warga Indonesia yang sebelumnya kurang terlayani lembaga keuangan konvensional bisa mudah mendapatkan kredit.

Meskipun industri fintech makin ramai dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masih banyak warga yang belum memahami keuntungan yang ditawarkan fintech. Salah satu keuntungan utama yang ditawarkan adalah kemampuannya mengembangkan potensi UMKM. 

“TunaiKita memanfaatkan teknologi untuk membuka akses kredit bagi mereka yang umumnya sulit mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional. Sementara itu, teknologi dan aplikasi kita sudah teruji bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel, semua dalam waktu nyata (real time),” paparnya di sela seminar nasional “Era Baru Industri Keuangan, Fintech Peer to Peer Lending, Arah Perkembangan dan Tantangannya” di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Jumat (27/7/2018).

Menurut Anggie, TunaiKita menjadi alternatif yang pas bagi para pelaku usaha kecil menengah yang butuh dana tambahan untuk mengembangkan bisnis. Ternate memiliki hampir 30.000 UMKM, terutama di sektor perdagangan dan industri, yang mempekerjakan lebih dari 36,000 orang. 

“Potensi UMKM di Ternate tentunya bisa lebih maju lagi jika para pelakunya bisa mengakses kredit dengan mudah secara online. Karena itu kami bangga sekali bisa ikut memperbaiki inklusi keuangan di Indonesia dan khususnya bagi Ternate berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Anggie menerangkan perseroan menawarkan pinjaman hemat biaya untuk masyarakat, proses aplikasi pinjaman hingga perlindungan penipuan online yang bersifat real time, penjaminan, pelayanan dan hadiah bagi konsumen, dan proses penagihan hutang yang baik. 

TunaiKita mengklaim manfaat teknologi mereka telah diterima baik oleh para konsumen pada paruh pertama 2018, dengan jumlah pinjaman yang dicairkan naik lebih dari 400%. Jumlah nasabah yang memilih untuk meminjam lagi dengan TunaiKita meningkat 60%, sedangkan angka kredit macet untuk Juni 2018 turun 175% dibanding Januari 2018. 

TunaiKita adalah perusahaan fintech ke-19 yang menyelesaikan registrasinya dengan OJK pada 26 Agustus 2017, di bawah Peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Perusahaan tersebut mengaku berencana mengajukan surat kesiapan pelaksanaan dan aplikasi lisensi penuh pada Agustus 2018. 

TunaiKita didirikan pada Januari 2017 dan merupakan perusahaan patungan antara WeCash Southeast Asia, JAS Kapital dan Kresna Usaha Kreatif. 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya