BNI Manado Bidik Penyaluran Kredit Korporasi Rp350 Miliar

Oleh: Deandra Syarizka 23 Juli 2018 | 17:52 WIB
Ilustrasi: Karyawati Bank BNI menghitung uang./Bisnis.com-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, MANADO – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Manado menargetkan penyaluran kredit korporasi hingga Rp350 miliar hingga akhir 2018.

CEO BNI Wilayah Manado Haris Agus Handoko menjelaskan plafon untuk kredit menengah atau korporasi untuk wilayah Manado mencapai Rp250 miliar. Menurutnya, angka tersebut sudah cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan permodalan para pebisnis di Sulawesi Utara.

“Yang kita targetkan untuk menengah/korporasi pada akhir tahun nanti sekitar Rp350 miliar. Pengusaha Manado tidak perlu ke Jakarta, cukup [pinjam] di sini saja apabila plafonnya masih di bawah Rp250 miliar,” ujarnya kepada Bisnis Senin (23/07).

Dia menambahkan penyaluran kredit korporasi di Manado mencakup beberapa sektor usaha, mulai dari sektor perikanan, ritel minimarket, hingga perusahaan perkebunan kelapa sawit. Meski demikian, dia tidak memerinci penyaluran kredit korporasi di Sulut untuk semester I/2018.

“Yang jelas masih tumbuh, inline dengan pertumbuhan ekonomi. Memang kita pilih secara selektif,” tuturnya.

Sementara hingga Mei 2018, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) BNI Wilayah Manado mencapai Rp304 miliar, atau 74,1% dari target penyaluran senilai Rp410 miliar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit bank umum hingga periode Mei 2018 tercatat Rp35,41 triliun, dengan kredit konsumsi masih mendominasi di Sulut sebesar 61,59% dari total kredit, diikuti kredit modal kerja 25,73% dan kredit investasi 12,68%.

Talangan Proyek Tol

Adapun baru-baru ini, BNI juga telah mengucurkan tambahan dana talangan tanah sebesar maksimum Rp623,56 miliar kepada PT Jasa Marga Manado Bitung untuk percepatan proses pengadaan lahan. Kucuran kredit modal kerja tersebut turut menambahkan fasilitas serupa yang telah diberikan sebelumnya pada 2017 bersama dengan anak perusahaan BNI, dengan dana maksimum awal Rp816 miliar.

“Kita berinisiatif memberikan dana talangan, jadi pekerjaan fisiknya tidak menunggu dan terhambat. Itu untuk percepatan,” jelasnya.

Keberadaan jalan tol ini  diharapkan mendukung peningkatan lalu lintas pada rute Manado – Bitung, mendukung sektor wisata serta pertumbuhan ekonomi di Manado, Minahasa Utara dan Bitung. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pelabuhan Hub Internasional Bitung yang akan dibangun.

Nantinya, proyek strategi nasional tersebut akan menjadi jalan tol pertama yang beroperasi di Sulawesi Utara, dan diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dari semula berkisar 90 hingga 120 menit menjadi hanya 45 menit.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya