Unit 1 PLTU Anggrek Masuk Tahap Uji Kelayakan Operasional

Oleh: Lukas Hendra TM 17 Juli 2018 | 23:39 WIB
Unit 1 PLTU Anggrek Masuk Tahap Uji Kelayakan Operasional
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) berbincang dengan General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara Sigit Witjaksono saat meninjau progres pembangunan PLTU di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (17/7/2018). Satu dari dua unit pembangkit dengan kapasitas 25 megawatt sudah selesai dikerjakan dan saat ini dalam proses uji kelayakan operasional./Humas Pemprov Gorontalo

Bisnis.com MANADO – Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Anggrek unit 1 kini telah memasuki tahap uji kelayakan operasional setelah proyek yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo Utara ini tersendat selama empat tahun.

Pada Selasa (17/7/2018), Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara PT PLN (Persero) Sigit Witjaksono meninjau langsung ke lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Sigit mengungkapkan satu unit PLTU berkapasitas 25 megawatt (MW) sudah selesai dibangun dan dalam tahap uji kelayakan operasional.

“Paling tidak ada satu unit yang sudah bisa beroperasi tahun ini. Memang kita berharap dua unit bisa beroperasi paling tidak akhir tahun ini. Namun, kami akan berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya seperti dikutip dari laman Humas Pemprov Gorontalo, Selasa (17/7/2018).

Dia menambahkan untuk mempercepat pekerjaan guna mengejar target, pihaknya membutuhkan penambahan tenaga kerja ahli baik dalam dan luar negeri. Penambahan tenaga kerja, lanjutnya, juga diharapkan dapat melakukan transfer ilmu pada tenaga kerja yang sudah ada.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan rencana pembangunan PLTU Anggrek dengan kapasitas total 2×25 MW tersebut nyaris batal dilaksanakan dan akan pindah ke Sumatera dengan berbagai permasalahan yang ada.

Namun, usai terpilih sebagai gubernur pada 2012, Rusli berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar PLTU tersebut tetap dilaksanakan dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Kalau memang Desember tahun ini sudah ready, saya usulkan untuk diresmikan oleh pak Presiden Jokowi dan beberapa proyek nasional. Saya bangga, saya senang lihatnya progresnya sudah cukup maju. Kami dari pemerintah provinsi ada hambatan dan menyangkut urusan kami maka kami selesaikan,” ujarnya.

PLTU Anggrek sangat strategis bagi Gorontalo untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi yang saat ini baru mencapai 93%. Penambahan daya tersebut diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi dan perekonomian daerah di Gorontalo.

Adapun, PLTU tersebut dikerjakan oleh PT Rekadaya Elektrika. Dengan adanya pembangkit itu menjadikan pembangkit listrik antara Sulawesi Utara dan Gorontalo semakin seimbang.

Saat ini ketersediaan listrik di sistem interkoneksi Sulawesi Utara dan Gorontalo mencapai 441 MW dengan beban puncak sebesar 336 MW. PLTU Anggrek diharapkan mampu menambah daya pasok listrik menjadi 491 MW.

 

Editor: Lukas Hendra TM

Berita Terkini Lainnya