Kemiskinan Sulut Pada Mei 2018 Terendah se-Sulawesi

Oleh: Deandra Syarizka 16 Juli 2018 | 17:55 WIB
Suasana pusat perbelanjaan dan hotel di kawasan Boulevard of Business, Jalan Pierre Tendean Manado./Istimewa

Bisnis.com, MANADO — Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara pada Maret 2018 berkurang menjadi 193.310 orang atau sebesar 7,8%, berada di bawah persentase penduduk miskin nasional sebesar 9,82%. Angka tersebut sekaligus menjadikan Sulut sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah se-Sulawesi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, persentase kemiskinan di Sulut terpaut 1,26% dengan provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 9,06%. Sementara empat provinsi lainnya memiliki tingkat kemiskinan di atas 10%, dengan persentase tertinggi dimiliki oleh Provinsi Gorontalo sebesar 16,81%, diikuti Sulawesi Tengah 14,01%, Sulawesi Tenggara 11,63%, dan Sulawesi Barat 11,25%.

Ateng Hartono, Kepala BPS Sulut menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Sulut berkurang 1.540 orang jika dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang mencapai 194.850 orang. Sementara bila dibandingkan dengan Maret 2017, jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 5.570 orang.

“Cukup menggembirakan, tetapi disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan masih cukup tinggi. Kalau penduduk miskin di pedesaan sudah kecil, tetapi penduduk miskin di perkotaan justru mengalami peningkatan, diduga terkait jumlah penduduk setengah pengangguran yang naik,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (16/7/2018).

Dia menjelaskan, persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2018 meningkat menjadi 5,13% dari kondisi sebelumnya pada September 2017 sebesar 5,03%. Sementara, persentase penduduk miskin di pedesaan pada Maret 2018 5,13%.

Adapun selama periode Maret 2014 hingga Maret 2018, persentase penduduk miskin Sulut selalu berada di bawah angka kemiskinan nasional, yaitu berada di kisaran 7,8% hingga 8,98%. Persentase penduduk miskin tertinggi terjadi pada September 2015, sedangkan persentase terendah terjadi pada Maret 2018.

Di lain sisi, garis kemiskinan tercatat naik sebesar 3,27% selama periode Maret 2017-Maret 2018, yaitu dari Rp333.510 per bulan menjadi Rp344.418 per bulan. Sementara bila dibandingkan dengan September 2017, garis kemiskinan naik sebesar 2,38% yaitu dari Rp336.403 per bulan menjadi Rp344.418 per bulan.

Tiga jenis komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan di Sulut antara lain beras, rokok kretek filter, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sementara tiga jenis komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah perumahan, listrik, angkutan, bensin dan perlengkapan mandi.

Penurunan tingkat kemiskinan di Sulut salah satunya merupakan kontribusi dari program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang dijalankan oleh Pemprov Sulut.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen menyatakan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), berhasil menjadi top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2018 yang di Selenggarakan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Dalam melaksanakan program ODSK, Edwin menjelaskan, tim pengentasan kemiskinan Sulut melakukan peninjauan langsung kondisi masyarakat miskin di desa dan kelurahan berbasis data terpadu penduduk miskin sebagai data awal.

Selanjutnya, data tersebut dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan terkait untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasar basis data terpadu.

“Dengan adanya inovasi program ODSK, perangkat daerah dinilai menjadi lebih terarah dalam merencanakan program yang berbasis penanggulangan kemiskinan sesuai dengan amanat money follow priority program,” jelasnya.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya