Pemprov Sulut Susun Studi Kelayakan TPA Ilo Ilo Wori

Oleh: Deandra Syarizka 16 Juli 2018 | 06:42 WIB
Ilustrasi.

Bisnis.com, MANADO—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera menyusun studi kelayakan pembangunan proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Ilo Ilo Wori. Studi kelayakan mencakup skema pembangunan baru yang turut melibatkan investasi swasta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sulut Steve Kepel menyatakan, TPA Regional tersebut rencananya akan melayani beberapa wilayah, mencakup Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kota Bitung

“Sekarang lagi usulan untuk pembuatan FS [feasibility study]. Dari FS ini baru tercantum skema pembiayaan, investasi dan masa pembangunannya,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Rencananya, pembangunan TPA regional ini akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan. Tahap pertama akan dibangun di kawasan es HGU Ilo-Ilo Wori seluas 20 hektare, dan dilanjutkan dengan tajap kedua yang akan dibangun di lahan eks HGU yang sama seluas 30 hektare.

Nantinya, pengolahan sampah di TPA regional ini akan menggunakan metode termal yang akan menghasilkan tenaga listrik dan meninggalkan residu yang relatif sedikit. Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp181 miliar ini, pemda tengah mengkaji kemungkinan pelibatan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

TPA Regional Ilo-Ilo Wori menjadi salah satu proyek infrastruktur yang dibahas dalam kunjungan kerja Dewan Pertimbangan Presiden RI Suharso Monoarfa dan Staf Ahli Watimpres Chairil Abidin ke Sulawesi Utara pada Kamis (12/7/2018).

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mempresentasikan rencana pembangunan infrastruktur di Sulut yakni pembangunan TPA sampah modern, pembangunan bitung hub port, dan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Sementara itu, Wantimpres Suharso Monoarfa mengapresiasi perkembangan pembangunan Provinsi Sulut. Pihaknya pun mendorong Pemprov Sulut untuk mengembangkan skema kerja sama pembangunan yang lebih luas antara pemerintah, BUMN, swasta dan masyarakat.

Dia menilai, pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan TPA Regional Ilo-Ilo Wori berpeluang untuk bisa dijalankan ke dalam skema baru pembiayaan pembangunan yang bisa dibiayai dalam jangka panjang dan suku bunga yang murah. Terlebih, Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Bitung yang membutuhkan investasi Rp385 miliar telah ditetapkan menjadi salah satu proyek strategis nasional.

Dirinya pun berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kendala yang dihadapi oleh pemda dalam menjalankan proyek tersebut, mulai dari pembebasan lahan hingga ketersediaan anggaran. Dengan demikian, harapannya proyek yang akan diusulkan dapat dibangun sesuai rencana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong perekonomian.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya