Pelni Prioritaskan 9 Kapal Untuk Tol Laut

Oleh: Andini Ristyaningrum 12 Juli 2018 | 14:39 WIB
Pelni Prioritaskan 9 Kapal Untuk Tol Laut
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR -- PT Pelni (Persero) berupaya terus meningkatkan pelayanan baik untuk angkutan penumpang maupun angkutan barang, terutama setelah mendapat penugasan untuk menjalankan program Tol Laut.

Direktur Utama Pelni Insan Purwarisya l.T. menyatakan Makassar merupakan salah satu pelabuhan besar seiring tingginya jumlah pengangkutan barang melalui tol laut.

Peningkatan pelayanan pun dilakukan dengan penambahan armada kapal angkutan barang. Langkah ini diharapkan mengurangi kesenjangan harga yang cukup tinggi antara wilayah barat Indonesia dan timur Indonesia.

"Dari 86 kapal yang Pelni kelola itu, ada 9 kapal barang yang kami dedikasikan untuk Tol Laut," sebutnya saat melakukan kunjungan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/7/2018).

Sejak pertama kali dicanankan pada 2015, jumlah armada untuk Tol Laut terus bertambah. Pada 2015, Pelni mengerahkan 3 kapal yang kemudian bertambah menjadi 6 kapal pada 2016-2017.

Melalui program Tol Laut, perusahaan pelat merah ini berkomitmen untuk menjaga konektivitas antar wilayah, salah satunya melalui supply chain atau rantai pasok yang benar. 

Insan memaparkan kapasitas kapal yang digunakan untuk program Tol Lautdinilai cukup besar. Jadi, armada kapal yang siap dikerahkan bisa mewadahi perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengiriman barang.

"Utamanya ke wilayah timur atau ke wilayah terluar yang terisolir. Semua bisa melalui program Tol Laut, kapal kami selalu siap," tambahnya.

Tol Laut diklaim memiliki berbagai keuntungan, salah satunya menurunkan disparitas harga antara daerah barat dan timur Indonesia.

Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono meminta sosialisasi ke perusahaan agar gencar dilakukan. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan komunikasi antara Pelni dan pihak perusahaan.

"Ini kan Pelni disubsidi. Pengusaha hanya kurang informasi soal kapasitas kapal yang disiapkan dalam program Tol Laut, perlu ada analisis," ungkap Sumarsono.

Dia juga menilai perlunya tim yang bisa memetakan pasokan dan permintaan dari Pelni, terutama untuk wilayah Sulsel, agar perseroan bisa mengantisipasi jika ada lonjakan angkutan barang.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya