PLTMG Luwuk Beroperasi Komersil 2019

Oleh: Lukas Hendra TM 02 Juli 2018 | 23:01 WIB
PLTMG Luwuk Beroperasi Komersil 2019
GM PLN UIP Sulawesi Bagian Utara Sigit Witjaksono (kiri) menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Banggai atas dukungan yang diberikan kepada PLN dalam pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim (tengah) dan Wakil Bupati Mustar Labolo (kanan) saat acara Groundbreaking PLTMG Luwuk 40 MW, Senin (2/7/2018) di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. / ISTIMEWA

Bisnis.com MANADO – PT PLN (Persero) menargetkan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Luwuk bisa beroperasi secara komersil pada kuartal II/2019. Perseroan kini telah memulai pembangunan pembangkit berkapasitas 40 megawatt di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

Pembangkit listrik tersebut menjadi bagian dari tiga pembangkit baru di Sulawesi yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin (2/7/2018). Selain itu, Presiden Jokowi juga meresmikan beroperasinya 3 pembangkit listrik baru.

Adapun, pelaksanaan peresmian dan groundbreaking dipusatkan di pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap yang berlokasi di Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara untuk 5 lokasi lain dilaksanakan melalui fasilitas video conference secara bersamaan.

Dalam sambutannya di Desa Nonong, Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara Sigit Witjaksono mengungkapkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia terus digalakkan oleh pemerintah untuk memenuhi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional melalui program Nawacita.

Menurutnya, dengan ketersediaan tenaga listrik di seluruh penjuru Indonesia, diharapkan akan tumbuh kawasan bisnis, kawasan industri serta mendorong berkembangnya usaha kecil dan menengah yang pada akhirnya akan terwujud ketahanan industri, penyerapan tenaga kerja serta meningkatnya tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dia mengungkapkan untuk tahap I dengan kapasitas 15 MW ditargetkan dapat selesai dan bisa mulai beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD) pada kuartal I/2019.

“Untuk tahap II dengan kapasitas 25 megawatt pada kuartal II 2019,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (2/7/2018).

Sigit menambahkan proyek tersebut pada tahap pembangunannya akan menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 150 orang dan pada tahap operasi sebanyak kurang lebih 250 orang.

Menurutnya, proyek tersebut dalam pembangunan memiliki nilai investasi sekitar Rp521 miliar. Pembangkit tersebut menggunakan mesin utama dengan teknologi dari Norwegia yang memanfaatkan mesin Roll Royce. Adapun, kontraktor pelaksana adalah Konsorsium Barata Indonesia, Dalle Engineering Contruction dan Mitra Energi Batam.

Sigit berharap PLTMG Luwuk 40 MW ini pada saatnya nanti diharapkan akan memperkuat sistem ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Banggai dan sekitarnya.

Adapun, pada saat ini, PLN Area Luwuk memiliki 136.000 pelanggan dengan daya mampu pembangkit sistem Luwuk Toili sebesar 28,3 MW dan beban puncaknya sudah mencapai 25,8 MW. Selain itu juga ada potensi pelanggan tambahan sebesar 9,1 MW.

“Dengan masuknya PLTMG Luwuk ini, maka kemampuan pembangkitan sistem Luwuk Toili akan meningkat sebesar 242% dari kapasitas mampu sebelumnya, serta diharapkan dapat mengakomodasi penambahan pelanggan yang lebih banyak,” ujarnya.

Menurutnya, jika untuk melayani pelanggan rumah tangga dengan rata-rata daya 450 voltampere (VA) maka dengan adanya penambahan kapasitas listrik tersebut berpotensi melayani sekitar 88.000 sambungan pelanggan rumah tangga serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Banggai dan sekitarnya.

BANGUN TRANSMISI

Selain membangun PLTMG Luwuk, PLN UIP Sulawesi Bagian Utara juga akan membangun saluran transmisi dan gardu induk pendukung dari lokasi pembangkit ke arah Kota Luwuk dan dari lokasi pembangkit ke arah Toili.

Selain itu, juga akan dibangun saluran transmisi dari Ampana di Kabupaten Tojo Una-Una ke Toili dan dari Ampana menuju Bunta. Dengan demikian, sistem kelistrikan Kabupaten Banggai ini akan terintegrasi dengan Sistem Kelistrikan Sulawesi.

Adapun, PLTMG Luwuk ini akan memanfaatkan sumber gas dari Kecamatan Batui Kabupaten Banggai yakni dari proyek Donggi-Senoro. Selain itu, melalui pengoperasian pembangkit ini, PLN juga akan mendapatkan kesempatan efisiensi yang didapat dari pengurangan beroperasinya pembangkit yang menggunakan bahan bakar minyak yaitu pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Atas nama PT PLN (Persero), kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan jajaran, Bupati Banggai dan jajaran, Unsur Muspida, Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Banggai, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai yang telah memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim berharap agar masyarakat benar-benar menjaga investasi pemerintah melalui pembangunan PLTMG Luwuk 40 MW untuk kepentingan bersama masyarakat Banggai.

"Komitmen kami, pemerintah Kabupaten Banggai adalah meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal,” ujarnya.

Dia pun mendukung PLN yang membangun PLTMG Luwuk dengan menggunakan sumber energi gas alam yang tersedia di Kabupaten Banggai. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat yang ada di sekitar PLTMG untuk mendukung lancarnya pembangunan tersebut demi kepentingan bersama.

Adapun, peresmian dimulainya pembangunan PLTMG Luwuk dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Kabupaten Banggai Mustar Labolo. Selain itu, acara tersebut juga turut dihadiri oleh unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) diantaranya Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh dan Kadis ESDM Propinsi Sulawesi Tengah Yanmar Nainggolan.

Editor: Lukas Hendra TM

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer