Jokowi Datang, Listrik di Sulsel Bertambah 545 MW

Oleh: Amri Nur Rahmat 02 Juli 2018 | 12:13 WIB
Teknisi memeriksa salah satu bagian yang mengirim arus listrik dari turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I, di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (4/4/2018)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, SIDRAP - Selain PLTB Sidrap berkapasitas 75 MW, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga akan meresmikan dua fasilitas pembangkit lainnya dengan kapasitas keseluruhan mencapai 545 MW.

Adapun dua fasilitas pembangkit tersebut adalah PLTU Punagaya dengan kapasitas 2x100 MW dan PLTU IPP Jeneponto Ekspansi berkapasitas 2x135 MW.

Seremoni peresmian dipusatkan di lokasi proyek PLTB Sidrap, Senin (2/7/2018), seluruh fasilitas pembangkit yang diresmikan tersebut merupakan bagian dari program 35.000 MW.

Sebagai informasi, PLTB Sidrap dibangun oleh PT UPC Sidrap Tenaga Bayu dengan investasi mencapai US$150 juta dan menjadi pembangkit komersial pertama di Tanah Air yang memanfaatkan tenaga angin sebagai sumber listrik.

Kemudian, PLTU Punagaya di Kabupaten Jeneponto berkapasitas 2x100 MW yang menelan investasi US$290 juta merupakan proyek yang dikerjakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Adapun untuk PLTU Jeneponto Ekspansi berkapasitas 2x135 MW dikerjakan oleh pengembang listrik swasta, yaitu PT Bosowa Energi di Jeneponto dengan nilai investasi US$320 juta.

GM PLN Wilayah Sulselrabar Bambang Yusuf mengatakan tambahan daya dari ketiga fasilitas pembangkit tersebut lebih memperkuat kapasitas terpasang perseroan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan listrik untuk jangka panjang.

"Totalnya sekarang [daya terpasang ] sekitar 1.500 MW, dan akan terus bertambah sejalan dengan berjalannya proyek kelistrikan lainnya di Sulawesi Selatan," katanya.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya