Harga Ikan Asin & Ikan Segar di Sultra Masih Tinggi

Oleh: Newswire 28 Juni 2018 | 11:43 WIB
Harga Ikan Asin & Ikan Segar di Sultra Masih Tinggi
Pekerja melakukan proses penggaraman ikan asin./Antara-Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, KENDARI – Harga ikan segar dan ikan asin di sejumlah pasar tradisional dan pelelangan di Kendari, Sulawesi Tenggara, usai Idulfitri 1439 Hijriah masih tergolong tinggi disebabkan pasokan ikan masih terbatas.

Keterangan yang dihimpun dari Dinas Perindag Sultram harga ikan segar dan ikan asin di pasaran masih cukup mahal, meski demikian konsumen tidak bisa berbuat banyak karena memang merupakan salah satu bahan pokok utama masyarakat.

"Kebutuhan konsumsi ikan di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya tergolong cukup tinggi, sehingga walau harganya melambung konsumen tetap membeli walaupun disesuaikan dengan kebutuhan saat itu," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Muhammad Ali.

Dia menyebutkan harga ikan segar saat ini, untuk jenis ikan sunu mencapai Rp100.000 per kilogram atau cukup tinggi selama sebulan terakhir, padahal biasanya hanya berkisar Rp75.000-Rp80.000 per kilogram.

Adapun ikan segar lainnya seperti bandeng masih ditawarkan Rp30.000-Rp32.500 per kilogram dan ikan laut kembung antara Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Sementara ikan asin (ikan kering), harganya juga cukup tinggi selama musim hujan dan tergantung dari jenis dan kualitasnya.

Untuk ikan asin jenis sunu dan kakap seharga Rp120.000 Rp135.000 per kilogram atau naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, ikan teri harganya bervariasi antara Rp90.000 per kilogram untuk kualitas sedang dan Rp110.000 hingga Rp135.000 per kilogram untuk kualitas terbaik.

Salah seorang warga di Kendari, Fatma, 43 tahun, mengemukakan harga ikan segar dan asin selama beberapa pekan terakhir melonjak, tetapi tetap harus membeli karena terbiasa makan harus dengan menu ikan.

"Biasanya kami ke tempat pelelangan ikan dengan harapan harga ikan lebih murah daripada di pasar, namun ternyata harganya mahal juga karena memang stok terbatas," tuturnya.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya