Pemprov Sulut Siapkan Likupang dan Lembeh Sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 28 Juni 2018 | 06:19 WIB
Pantai Pal, Sulawesi Utara./Bisnis-Lukas Hendra

Bisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mempersiapkan wilayah Likupang dan Lembeh sebagai tujuan wisata kelas dunia.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan langkah ini dilakukan agar pariwisata menjadi sektor unggulan yang mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bumi Nyiur Melambai.

“Pemerintah berupaya keras menyiapkan sarana dan prasarana penunjang pendukung sektor pariwisata, di antaranya mempersiapkan proyek strategis mencanangkan wilayah Likupang hingga Pulau Lembeh menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Rabu (27/6/2018).

Pemprov Sulut, sambung Olly, membuka jalinan kerja sama dengan berbagai pihak dan investor dalam upaya membangun infrastuktur penunjang konektivitas. Beberapa infrastruktur itu antara lain jembatan Bitung – Lembeh.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga berencana membangun infrastruktur berupa bandara internasional di Pulau Lembeh. Pada saat yang bersamaan, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan pengembangan International Hub Port (IHP) Bitung terus dilanjutkan.

Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, ada tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut. Tahun lalu, wisman yang berkunjung mencapai 86.976 orang.

Angka ini tersebut naik siginfikan dari posisi 2015 yang sebanyak 27.059 orang dan realisasi 2016 yang berjumlah 48.288 orang.

Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi adanya sejumlah penerbangan langsung dari dan ke kota-kota besar di China. Tidak mengherankan jika wisman asal China mendominasi.

Sementara itu, wisatawan domestik pada tahun lalu sebanyak 1,69 juta orang, naik dari 2017 yang berjumlah 1,48 juta orang.

Olly pun meminta semua pihak terkait untuk bekerja sama dengan Pemprov Sulut dalam menjalankan pembangunan.

Dia pun menyadari upaya untuk menggenjot investasi di sektor jasa ini harus diimbangi dengan pelayanan prima dari sumber daya manusia yang ada. Selain pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan oleh Pemprov Sulut, pihaknya juga meminta peran pihak terkait.

Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw menyatakan salah satu kunci bertumbuhnya investasi adalah jaminan keamanan agar investor tidak ragu untuk membenamkan modalnya.

Dia melanjutkan hal ini harus benar-benar dipahami oleh semua stakeholders termasuk pemerintah kabupaten/kota. Pasalnya, Sulut masih menang dari sisi keamanan dibandingkan dengan beberapa daerah seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo mengimbau agar pemerintah daerah memilih investasi yang memaksimalkan bahan baku lokal sekaligus berorientasi masuk ke pasar global. Selain menciptakan lapangan kerja, ada potensi penambahan sumber devisa.

Dia menilai investasi di sektor pariwisata juga menjadi salah satu aspek yang berdampak pada cadangan devisa dalam waktu singkat. Jika pembangunan pabrik industri membutuhkan sekitar 2-4 tahun, maka pariwisata sudah bisa memberikan hasil dalam setahun.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya