Struktur Bawah Tol Layang Pettarani Dikerjakan Pekan Depan

Oleh: Amri Nur Rahmat 21 Juni 2018 | 05:59 WIB
Aktivitas pembuatan beton./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, MAKASSAR — Konstruksi fisik proyek tol layang Pettarani Makassar memasuki tahapan pengerjaan struktur bawah infrastruktur tersebut.

Mobilisasi peralatan penunjang kegiatan konstruksi mulai dilakukan PT Bosowa Margautama Nusantara (BMN) dan diestimasi pengerjaan fisik secara efektif mulai dilakukan pada pekan depan.

Direktur Teknik dan Operasional BMN, Ismail Malliungan mengemukakan tahapan pematangan lahan serta strerilisasi area pembangunan sudah tuntas dilakukan sehingga tahapan konstruksi fisik memungkinkan dilakukan.

"Separator jalan sepanjang ruas Pettarani yang menjadi titik pembangunan sudah diselesaikan, termasuk penebangan pohon yang ada di titik tersebut. Sehingga pekan depan sudah tahapan fisik konstruksinya," kata dia saat dihubungi Bisnis, Rabu (20/6/2018).

Dia menjelaskan, tahapan konstruksi untuk struktur bawah berupa pemasangan pondasi bore pile atau tiang penyangga dari tol layang Pettarani yang menggunakan tekologi kantilever.

Tahapan tersebut simultan dilakukan dengan pembongkaran median jalan sepanjang Pettarani yang sebelumnya sudah dibersihkan dari separator maupun pohon-pohon.

Kontraktor akan mendirikan pembatas pada pengerjaan fase ini sehingga menekan potensi dampak membahayakan bagi pengguna jalan selama konstruksi fisik tol layang Pettarani.

Ismail menyebutkan, fisik dari proyek yang di-groundbreaking pada Oktober 2017 silam itu sudah bisa terlihat secara riil oleh khalayak medio Juli 2018.

Secara umum, konstruksi fisik tol layang AP Pettarani Makassar yang memiliki panjang hingga 4,3 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2020 mendatang atau masa pengerjaan berdurasi 22 bulan.

Sebagai informasi, tol layang AP Pettarani terintegrasi dengan jaringan tol eksisitng dan merupakan penambahan lingkup dari ruas tol kelolaan BMN.

Konstruksi fisik infrastruktur memiliki ketinggian sekitar 19 meter berada di atas sepanjang ruas AP Pettarani yang berklasifikasi jalan protokol nasional serta ruas dengan trafik terpadat di Makassar.

Proyeksi investasi yang bakal terserap pada proyek tol layang yang dirancang memiliki empat titik off/on ramp itu mencapai Rp2,2 trilun.

Sekedar diketahui, dana investasi yang digunakan bersumber dari induk usaha BMN yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk. yang juga menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pengerjaan fisik dilaksanakan oleh kontraktor Wika Beton bersama dengan tim konsultan dari Nippon Koei-Indo.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya