Idulfitri, Pertamina Pastikan Stok Gas Tabung 'Melon' di Sulut Cukup

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 14 Juni 2018 | 20:46 WIB
Idulfitri, Pertamina Pastikan Stok Gas Tabung 'Melon' di Sulut Cukup
General Manager MOR VII PT Pertamina (Persero) Tengku Fernanda (tengah) dan Branch Manager Marketing Sulutenggo PT Pertamina (Persero) Daniel Alhabsy (kiri) tengah meninjau ketersediaan LPG nonsubsidi di salah satu SPBU di Sulut -Bisnis - Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO - PT Pertamina (Persero) menegaskan stok liquified petroleum gas atau LPG ‘melon’ bersubsidi 3 kilogram di Sulawesi Utara cukup untuk memenuhi kebutuhan tujuh hari ke depan.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII PT Pertamina (Persero), M. Roby Hervindo mengatakan ketahanan stok LPG bersubsidi tersebut mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa Idulfitri. Masyarakat, sambungnya, bisa membeli di pangkalan atau SPBU.

"Dengan stok yang tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/6/2018).

Adapun, selama masa Ramadan hingga H-3 Idulfitri, konsumsi LPG 3 kilo gram yang diperuntukkan bagi masyarakaf miskin dan usaha mikro di Sulawesi Utara ini mengalami peningkatan 5% dibandingkan konsumsi harian normal. Rata-rara konsumsi per hari sebanyak 230,71 Metrik Ton (MT).
 
Kenaikan konsumsi ini, sambung Roby, sudah diprediksi. Oleh karena itu, Pertamina memastikan stok LPG tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya mendekati masa lebaran ini. Pada saat yang bersamaan, akan ada pengawasan untuk memastikan ketepatan penggunaan.
 
“Pertamina akan terus berkordinasi dengan Pemda setempat dalam mengawasi distribusi LPG 3 kilo gram agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya," imbuh Roby.
 
Dalam rentang waktu yang sama, ada pula peningkatan penyaluran LPG non-PSO sekitar 8% atau sebesar 11,49 MT/hari dibandingkan penyaluran harian normal. Kenaikan konsumsi LPG nonsubsidi ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 kilo gram maupun 5,5 kilogram.
 

Editor: Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkini Lainnya