MUDIK LEBARAN 2018: Jelang Idulfitri, Konsumsi BBM Nonsubsidi di Sulut Meningkat

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 14 Juni 2018 | 08:19 WIB
MUDIK LEBARAN 2018: Jelang Idulfitri, Konsumsi BBM Nonsubsidi di Sulut Meningkat
General Manager MOR VII Tengku Fernanda (kiri) dan Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy (tengah), beserta pihak Hiswana Migas meninjau ketersediaan BBM di salah satu SPBU di Sulut. -Bisnis - Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO -- Jelang Idulfitri, konsumsi bahan bakar minyak nonsubsidi berkualitas tinggi di Sulawesi Utara mengalami peningkatan.

Selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri, persisnya dari 30 Mei 2018 hingga H-3 Lebaran, kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo mencapai rata-rata harian sekitar 1,23 kiloliter (KL). Angka tersebut naik 23,1% di atas konsumsi harian normal.

Pada periode yang sama, konsumsi Pertalite naik 4,8% atau sebesar 582 KL/hari dibandingkan konsumsi harian normal. Konsumsi Dexlite pun meningkat tajam sekitar 70,1% atau mencapai konsumsi rata-rata harian 23,81 KL dibandingkan normal. Sementara, konsumsi harian Premium menurun 1,3% dari konsumsi normal.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo mengatakan peningkatan konsumsi BBM berkualitas baik jenis gasoline maupun diesel tersebut mencerminkan sudah adanya kesadaran masyarakat terkait pentingnya kualitas serta performa bahan bakar bagi kendaraannya.

"Berkaca dari realisasi konsumsi BBM masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2017 lalu, juga terjadi peningkatan konsumsi Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertalite. Jadi ini adalah sebuah tren yang menunjukkan sebagian konsumen sudah beralih ke bahan bakar berkualitas,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (14/6/2018).

Sebelumbya, Branch Manager Marketing Sulutenggo, Daniel Alhabsy mengatakan Pertamina akan terus mendorong penggunaan BBM jenis Pertalite di Sulut, termasuk di daerah-daerah kepulauan dan perbatasan. Pihaknya menegaskan bisa memenuhi berapapun kebutuhan Pertalite di Sulut.

“Proporsi konsumsi Pertalite yang sekitar 47% ini paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Sulawesi,” imbuhnya.

Adapun, berbagai upaya untuk pengamanan pasokan BBM a.l. peningkatan stok BBM di End TBBM dan lembaga penyalur, optimalisasi mobil tanki, koordinasi internal antardirektorat, imbauan dan sosialisasi, serta komunikasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perhubungan, Polda, ESDM dan BPH Migas, serta Jasa Marga & BPJT.

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya