Stok Bapok Aman, Pemprov Sulut Minta Masyarakat Tidak Memborong

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 12 Juni 2018 | 16:22 WIB
Seorang penjual sedang membuka stok cabai di Pasar Bersehati Manado./Bisnis-Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkirakan ada lonjakan permintaan bahan pokok pada pekan ini. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena ketersediaan bapok aman.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jenny Karouw dalam Bincang Ramadan Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Sulut.

"Lonjakan permintaan untuk bahan pokok mungkin terjadi, tetapi informasi yang bisa kami sampaikan, semua kebutuhan bahan pokok di pasar tersedia dalam jumlah yang cukup. Stok aman," ujarnya seperti dikutip pada Selasa (12/6/2018).

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak mengambil upaya pemborongan bahan pokok dengan ekspektasi untuk menghindari risiko kenaikan harga. Menurutnya, pemborongan bahan pokok justru berisiko mengerek harga karena bisa menyebabkan kelangkaan barang di pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong mengatakan pemantauan harga bahan pokok terus dilakukan selama libur Lebaran. Pemantauan akan dilakukan baik di pasar tradisional maupun modern.

Selain itu, ada pembentukan tim khusus yang bertugas untuk memantau pergerakan di Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado. Pasalnya, kedua pasar tersebut menjadi acuan harga untuk semua pasar di Manado.

“Koordinasi juga kami lakukan dengan 15 kabupaten dan kota sehingga harga kebutuhan pokok juga tetap terjaga stabil,” kata Hanny.

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya