BNI Makassar Jangkau Pembiayaan 600 Unit Rumah Subsidi

Oleh: Amri Nur Rahmat 05 Juni 2018 | 06:17 WIB
BNI Makassar Jangkau Pembiayaan 600 Unit Rumah Subsidi
Ilustrasi rumah subsidi./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, MAKASSAR - BNI Wilayah Makassar mencatat penyaluran KPR subsidi pada lima bulan tahun ini telah menjangkau lebih dari 600 debitur yang tersebar pada wilayah operasional perseroan.

VP Consumer Banking BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso mengatakan realisasi penyaluran KPR subsidi tersebut merupakan akumulasi dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Subsidi Selisih Bunga (SSB).

"Pada tahun ini, hingga Mei kemarin KPR untuk rumah subsidi sudah lebih dari 600 debitur dengan nilai kurang lebih Rp80 miliar," katanya kepada Bisnis, Senin (4/6/2018).

Dia menjelaskan, sebagian besar penyaluran kredit yang telah terealisasi tersebut melibatkan pengembang rumah subsidi sehingga lebih efektif menjangkau segmen yang menjadi sasaran KPR subsidi perseroan.

Sebagai informasi, sasaran penyaluran kredit tersebut adalah masyrakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum pernah memiliki rumah serta memiliki penghasilan yang tidak melampaui patokan yang dipersyaratkan.

Hadi menjelaskan, debitur yang memungkinkan mendapatkan akses KPR subsidi dari BNI yakni memilki pekerjaan tetap, dengan penghasilan maksimal Rp4 juta per bulan untuk rumah tapak subsidi serta maksimal Rp7 juta per bulan untuk pembelian rusun bersubsidi.

Dia optimistis, penyaluran KPR subsidi perseroan yang disebut KPR Sejahtera BNI itu bisa lebih banyak menjangkau MBR sebagai debitur potensial dengan pelibatan pengembang hunian subsidi.

"Sudah banyak pengembang yang menjalin kerja sama dengan kami, tetapi yang aktif sejauh ini untuk Wilayah Makassar ada sekitar 70 pengembang," katanya.

Sebagian besar pengembang tersebut berada di Sulawesi Selatan, sedangkan selebihnya berada di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara serta Maluku yang berada dalam cakupan BNI Wilayah Makassar.

Paling terbaru, BNI Wilayah Makassar merealisasikan kerja sama dengan pengembang yang berbasis di Sulsel yakni PT Zarindah melaui penyelengaraan layanan akad kredit massal untuk MBR.

Menurut Hadi, layanan akad kredit massal ini sebagai bentuk komitmen perseroan dalam percepatan proses kredit kepemilikan rumah KPR untuk enduser developer penerima subsidi pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang dan PMK tentang pembiayaan perumahan dan tentunya selaras dengan program sejuta rumah dari pemerintah.

"KPR Sejahtera BNI bisa diangsur selama jangka waktu maksimal 25 tahun dengan suku bunga tetap," tuturnya.

Direktur Utama Zarindah, Muhammad Sadiq menerangkan bahwa pembelian unit rumah untuk peserta akad massal ini terletak di Kabupaten Gowa yang memiliki nilai jual di kisaran Rp123 juta atau sesuai dengan dipersyaratkan FLPP/SSB.

"Tahapan pembangunan sudah kami mulai sejak 2013 lalu dan terbangun sekitar 2.000 unit. Kerjasama dengan BNI akan lebih mempercepat penyerapan terutama pada kalangan MBR," katanya.

Di sisi lain, dia juga berharap agar seluruh user atau debitur penerima fasilitas KPR subsidi dari BNI bisa menjaga konsistensi membayar angsuran kredit setiap bulan agar tidak macet.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya