Muamalat Jadi Institusi Keuangan Syariah Terbaik Versi Global Finance

Oleh: Amri Nur Rahmat 23 Mei 2018 | 20:54 WIB
Muamalat Jadi Institusi Keuangan Syariah Terbaik Versi Global Finance
Karyawan dan direksi Bank Muamalat/Bisnis - Abdul Rahman

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) meraih penghargaan dari Global Finance Magazine dalam ajang 11th World’s Best Islamic Financial Institutions sebagai “Best Islamic Financial Institutions in Indonesia 2018".

Pemimpin Bank Muamalat Regional Sulampua Ahmad S. Ilham mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi internasional terhadap perseroan yang selama ini konsisten menjalankan pelayanan optimal bagi nasabah dengan prinsip syariah.

"Apresiasi dari Global Finance ini menjadi katalis bagi kami [Bank Muamalat] untuk lebih memacu level pelayanan, dan tentunya berkontribusi besar terhadap keuangan syariah di Tanah Air maupun secara global," katanya dalam keterangan, Rabu (23/5/2018).

Selain itu, lanjut dia, penghargaan itu menjadi sebuah gambaran komitmen dari BMI untuk bertransformasi sebagai bank utama global islamic serta penyedia jasa keuangan terkemuka di industri syariah.

Sebagai informasi, penghargaan yang direngkuh BMI itu sekaligus menempatkan perseroan dalam jajaran institusi keuangan berbasis syariah terbaik secara global bersama dengan korporasi syariah dari berbagai negara.

Seperti Maybank Islamic, Qatar Islamic Bank, Dubai Islamic Bank, Al Baraka Group serta korporasi syariah lainnya dari Eropa dan Afrika.

Adapun daftar lengkap maupun indikator bisnis para pemenang dari 11th World’s Best Islamic Financial Institution dipublikasikan melalui edisi khusus Global Finance Magazine pada Mei 2018 serta website GFMag.com.

Sekedar diketahui, Global Finance merupakan majalah finansial keuangan terkemuka dan terbesar secara global yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Global Finance Publisher and Editorial Director Joseph Giarraputo dalam pernyataannya mengemukakan pemenang penghargaan tahun ini adalah mereka yang memberikan kontribusi bagi pertumbuhan keuangan Syariah dan berhasil memenuhi kebutuhan produk dan layanan yang sesuai dengan syariah.

Seluruh proses seleksi dilakukan tim editorial Global Finance setelah melalui konsultasi yang seksama dengan bankir, eksekutif keuangan dan analis di seluruh dunia.

"Pemenang penghargaan kami tahun ini untuk the Best Islamic Financial Institution memenangkan loyalitas dan pujian dari nasabah karena kepekaan mereka terhadap kebutuhan pelanggan yang sesuai dengan syariah dan menciptakan struktur keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah," kata Giarraputo.

Dalam tahapan penjaringan para pemenang korporasi finansial berbasis syariah itu, lanjut Giarraputo, pihaknya mengacu pula pada aspek kuantitatif hingga subyektifitas informasi dari seluruh nominasi.

Adapun aspek kuantitatif meliputi pertumbuhan aset, profitabilitas, daya jangkau, hubungan strategis, pengembangan bisnis baru dan inovasi dalam produk.

Kemudian untuk kriteria subyektif yang dipertimbangkan adalah reputasi, kepuasan pelanggan dan analisa dari berbagai pihak yang terlibat dalam industri.

Adapun khusus BMI sendiri, terus mencatatkan kinerja atraktif dalam beberapa waktu terakhir sekaligus meneguhkan posisinya sebagai bank syariah pertama dan terkemuka di Tanah Air.

Sebagai gambaran, pada kuartal I/2018 ini BMI mampu mencatatlan kenaikan laba bersih sebesar 35,4% secara year on year (yoy), dari angka Rp12,27 miliar pada Maret 2017 menjadi Rp16,60 miliar pada Maret 2018.

Kenaikan tersebut ditunjang oleh kinerja positif dari pembiayaan yang tumbuh sebesar 5,7% (yoy) dari posisi Rp39,60 triliun pada Maret 2017 menjadi Rp41,86 triliun pada Maret 2018.

Akad Murabahah mendominasi penyaluran pembiayaan. Porsinya sebesar 48% atau senilai Rp20,18 triliun atau tumbuh 15,96% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan berbasis komisi atau (Fee Based Income/FBI) terutama dari penjualan surat berharga berkontribusi pada kenaikan laba operasional Bank.

Adapun posisi Non Performing Financing (NPF) perseroan berada di level 4,76% (gross) dan 3,45% (nett).

Kemudian likuiditas perseroan pada kuartal pertama 2018 tetap terjaga dengan baik. Posisi Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Muamalat per Maret 2018 tercatat sebesar 88,41%. Angka tersebut membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 90,93%.

Dengan demikian, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Muamalat ikut tumbuh sebesar 8,66% dari nilai Rp43,40 triliun pada Maret 2017 menjadi Rp47,16 triliun pada Maret 2018.

Rasio penting lain yaitu Net Operating Margin (NOM) sebesar 0,17% ; Net Imbalan (NI) sebesar 2,60% ; Return On Equity (ROE) sebesar 1,50% ; Return On Assets (ROA) sebesar 0,15% dan CAR sebesar 10,16%.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer