Jumlah Rekening Tabungan Pelajar Sulsel Tumbuh 42%

Oleh: Amri Nur Rahmat 20 Mei 2018 | 17:50 WIB
Jumlah Rekening Tabungan Pelajar Sulsel Tumbuh 42%
Presiden Joko Widodo yang mengenakan jaket Asian Games berkeliling Istana Bogor bersama pengurus OSIS SMA berprestasi se-Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/5)./Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Tingkat inklusi keuangan kalangan pelajar di Sulawesi Selatan kian menunjukkan grafik yang menggembirakan seiring dengan kuantitas simpanan yang berumber dari segmen tersebut.

Zulmi , Kepala OJK Regional 6 Sulampua, mengemukakan bergeraknya tingkat inklusi tersebut merupakan rangkaian dari literasi pelajar perihal keuangan terutama pada sisi pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.

Merujuk pada data otoritas, tingkat inklusi yang tersebut tercermin dari jumlah rekening simpanan pelajar di Sulsel saat ini yang mencapai 238.594 akun.

"Pertumbuhannya itu sekitar 42% dalam beberapa waktu terakhir, tetapi memang dari sisi nominal simpanan relatif kecil jika dibandingkan dengan segmen rekening lainnya," tutur dia, Minggu (20/5/2018).

Secara kumulatif, nominal nilai simpanan pelajar tersebut sebesar Rp39,2 miliar dan diharapkan bisa terus meningkat mengikuti tingkat pemahaman pelajar terkait manfaat pengelolaan keuangan melalui instrumen tabungan.

Sejauh ini, terdapat 25 perbankan yang aktif menghimpun dana dari pelajar di Sulawesi Selatan dan bahkan menjalin kerjasama dengan 1.418 sekolah di Sulsel guna mengoptimalkan program simpanan pelajar atau Simpel.

Menurut dia, kondisi tersebut merupakan momentum paling staregis menumbuhkan perilaku menabung dan pengelolaan keuangan sejak dini dibarengi dengan pemahaman atau literasi keuangan yang cukup.

Untuk jangka panjang, lanjut Zulmi, upaya tersebut bakal sangat efektif untuk jangka panjang dalam menjaga sekaligus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sulsel yang saat ini masih berada di rasio 28% untuk literasi serta 68% dari sisi inklusi.

Kepala Bagian Pengembangan Ekonomi Daerah OJK Regional 6 Sulampua, Andi Muhammad Yusuf mengatakan otoritas juga secara berkelanjutan dan intensif mendorong perbankan agar memperluas jangkauan program Simpel hingga ke pelosok daerah.

Langkah tersebut mengacu pada jumlah penduduk Sulsel berkategori pelajar yang cukup banyak dan dinilai menjadi ceruk potensial dalam pengembangan Simpel terutama dalam hal penghimpunan dana.

"Dan tentunya menjadi langkah konkret membangun pemahaman dan pemanfaatan jasa keuangan sejak dini. Tetapi untuk jangka panjang, juga sangat potensial bagi perbankan tidak hanya untuk menghimpun dana tetapi juga pada aspek lain untuk industri keuangan secara luas," tuturnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya