Yen Melemah, Karet Menguat Tiga Hari Berturut-turut

Oleh: Aprianto Cahyo Nugroho 18 Mei 2018 | 14:48 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5)./Antara-Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (18/5/2018).

Harga karet untuk pengiriman Oktober 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 2,11% atau 4 poin ke level 193,9 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga komoditas ini juga dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,21% atau 0,4 poin di posisi 189,5, setelah berakhir menguat 0,74% atau 1,4 poin ke level 189,9 pada perdagangan Kamis (17/5/2018).

Takaki Shigemoto, analis dari JSC mengatakan minat investor terhadap komoditas karet meningkat menyusul pelemahan nilai tukar yen, yang membuat komoditas lebih terjangkau bagi investor asing.

“Reli harga minyak mentah juga meningkatkan spekulasi bahwa harga karet sintetis akan meningkat,” ungkap Takaki, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (18/5/2018).

Dia melanjutkan, fokus pasar tertuju pada apakah cadangan karet China akan terus meningkat, mengingat produksi di wilayah Yunnan dan Hainan sedang meningkat karena cuaca mendukung.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2018 menguat 0,14% atau 0,1 poin ke level US$71,59 per barel pada pukul 14.25 WIB. Adapun minyak patokan global, Brent, terpantau menguat 0,24% ke US$79,49 per barel.

Nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,07% atau 0,08 poin ke level 110,85 yen per dolar AS pada pukul 14.39 WIB.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2018 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

18/5/2018

193,9

+2,11%

17/5/2018

189,9

+0,74%

16/5/2018

188,5

+0,21%

15/5/2018

188,1

-2,18%

14/5/2018

192,30

-0,57%

Sumber: Bloomberg

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya