Gojek Lebarkan Jangkauan ke Bitung dan Tomohon

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 14 Mei 2018 | 18:53 WIB
(Dari kiri ke kanan) Strategic Regional Head Gojek Kalimantan dan Sulawesi Anandita Danaatmadja, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bitung Jeffry Wowiling, Kadishub Bitung Vicky Sangkaeng, dan City Head Gojek Bitung Hamdani Nasution (kedua dari kanan), beserta beberapa jajaran SKPD Kota Bitung melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian Kantor Gojek di Kota Bitung, Senin (14/5/2018). -Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, BITUNG – Gojek memperluas jangkauan layanan ke Bitung dan Tomohon, Sulawesi Utara. Dukungan pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah diklaim menjadi salah satu tujuan yang dibidik.

Anandita Danaatmadja, Strategic Regional Head Gojek Kalimantan dan Sulawesi mengatakan sekitar 80% perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) digerakkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Namun, ada kendala dari sisi pemasaran, keterbatasan finansial, sumber daya manusia, dan teknologi. Sampai saat ini ada 430 UMKM bidang kuliner di Bitung yang telah berada dalam daftar Go-food.

“Dengan adanya Go-food, kami berusaha untuk memajukan UMKM ini karena ada permasalahan belum mampu promosi dengan baik,” ujarnya, dalam peresmian Kantor Gojek di Kota Bitung, Senin (14/5/2018).

Menurut Anandita, Gojek ingin mendorong ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para penjual dan konsumen, tetapi juga pertumbuhan UMKM. Selain itu, klaimnya, ada keinginan memberikan peluang peningkatan kesejahteraan pelaku sektor informal.

Hingga saat ini, lanjut dia, Gojek telah bermitra dengan lebih dari 1 juta mitra driver dan 150.000 merchant Go-food yang 80% diantaranya pengusaha kuliner kategori UMKM. Menurutnya, setiap merchant yang terdaftar di Go-food selama ini berhasil meningkatkan penjualan 2,5 kali lipat dari biasanya.

Potensi ekonomi di kedua kota di Sulut ini sangat besar. Apalagi, lanjutnya, di Bitung ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berpotensi menggerakkan roda perekonomian wilayah setempat, termasuk pelaku UMKM.

Strategic Regional Head Gojek Kalimantan dan Sulawesi Anandita Danaatmadja (kiri), Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bitung Jeffry Wowiling (ketiga dari kiri), Kadishub Bitung Vicky Sangkaeng (keempat dari kiri), serta City Head Gojek Bitung Hamdani Nasution (kanan), beserta driver Gojek Kota Bitung dalam peresmian Kantor Gojek, Senin (14/5/2018). -Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono  

Pasalnya, dari Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia, keberadaan Gojek membantu mengurangi tekanan pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja.

Terkait dengan gejolak sosial yang kerap terjadi di era disrupsi ini, Anandita menegaskan Gojek selalu mengedepankan kearifan lokal saat melakukan perluasan layanan. Sebelum beroperasi, pihaknya mengaku telah menyosialisasikan terlebih dulu pada tukang ojek pangkalan.

“Yang penting kami rangkul dulu konvensionalnya, baru yang lain. Responsnya cukup positif. Kami ingin mereka menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat bergabung dengan ekosistem Gojek,” imbuhnya.

Strategic Regional Head Gojek Kalimantan dan Sulawesi Anandita Danaatmadja (kiri) bersama dengan Sekretaris Kota Tomohon Harold Victor Lolowang (tengah) menggunting pita disaksikan oleh Branch Manager Gojek Tomohon Marcel Tambuwun. Pengguntingan pita ini sebagai tanda peresmian Kantor Gojek di Kota Tomohon, Senin (14/5/2018). -Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Regulasi

Dia pun mengaku akan terus memunculkan inovasi terkait kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra Gojek. Selain ini, pendaftaran hanya membutuhkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Dia memahami selama ini ada kendala yang sering terjadi dalam penyerahan syarat SKCK. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan memberikan kemudahan melalui kerja sama dengan kepolisian setempat. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yakni penerbitan SKCK kolektif.

“Selain itu, pada dasarnya kami selalu patuh dengan peraturan uang berlaku,” katanya.

Di Bitung dan Tomohon, masyarakat dapat menikmati layanan Gojek berupa layanan transportasi lewat Go-ride dan Go-car, layanan jasa antar makanan lewat Go-food, jasa logistik melalui Go-send, layanan belanja kebutuhan secara online lewat Go-mart dan Go-shop.

Selain itu, Gojek juga melayani pembelian tiket secara online melalui Go-tix layanan beli pulsa lewat Go-pulsa, serta layanan pembayaran rekening sehari-hari lewat Go-bills. Keseluruhan layanan tersebut dapat dibayar menggunakan uang elektronik dari ekosistem Gojek atau yang dikenal dengan Go-pay.

“[Jangkauan layanan Gojek] di Sulawesi saat ini ada di Makassar, Manado, Bitung, Tomohon, dan Gorontalo. Ke depannya, kami lihat lagi mana saja yang potensial,” ujarnya.

Jeffry Wowiling, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bitung - Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Jeffry Wowiling, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bitung mengatakan pada dasarnya pemerintah kota mendukung perluasan jangkauan layanan ke wilayahnya. Apalagi, jasa yang memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui pengembangan teknologi saat ini tidak bisa dihindari.

“Dengan catatan mengikuti mekanisme regulasi yang ada untuk menghindari terjadinya gejolak-gejolak. Kami akui, kecepatan regulasi itu sebenarnya kalah dengan kecepatan [perkembangan] teknologi,” katanya.

Pihaknya berharap agar kehadiran Gojek benar-benar mampu meningkatkan aktivitas ekonomi para pelaku UMKM di Bitung. Berbagai sektor seperti kuliner dan souvenir sangat potensial untuk dikembangkan.

Selain itu, Jeffry juga berharap ada penciptaan lapangan kerja baru yang cukup besar bagi masyarakat. Dalam konteks ini, setidaknya ada alternatif solusi atas melambatnya pertumbuhan sektor perikanan di Bitung saat ini.

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya