BEI Resmikan Galeri Investasi Kecamatan Pertama di Indonesia

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 25 April 2018 | 19:39 WIB
BEI Resmikan Galeri Investasi Kecamatan Pertama di Indonesia
Direktur BEI Nicky Hogan menandatangani prasasti pencanangan Masyarakat Nabung Saham yang sekaligus menjadi awal peresmian Galeri Investasi BEI Kecamatan Maesa Kota Bitung dan Galeri Investasi BEI Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Rabu (25/4/2018). / Bisnis-Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, BITUNG – Bursa Efek Indonesia meresmikan Galeri Investasi Kecamatan pertama di Indonesia. Langkah ini diambil untuk menambah meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal yang ada pada masyarakat.

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GEI BEI) itu ada di Kecamatan Maesa, Bitung. Peresmian dilakukan pada Rabu (25/4/2018), bersamaan dengan peresmian GEI BEI Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bitung.

Direktur BEI Nicky Hogan mengatakan kedua galeri merupakan GI BEI ke-367 dan 368 yang ada di Tanah Air sejauh ini. Selain itu, keduanya merupakan GI BEI nonkampus ke-5 dan 6 tahun ini. Jika melihat cakupan Sulawesi Utara, keduanya menempati urutan ke-9 dan 10.

“Hari ini kita menjadi saksi sejarah BEI dan pasar modal Indonesia. Hari ini berdiri Galeri Investasi Kecamatan pertama yang ada di Indonesia. Kecamatan Maesa menjadi kecamatan nabung saham pertama di Tanah Air,” ujarnya dalam peresmian tersebut.

Menurutnya, setiap masyarakat Indonesia berhak mendapat edukasi dan turut serta bertransaksi dalam pasar modal. Dengan demikian, basis investor dalam negeri juga bertambah. Apalagi, saat ini ada 572 saham yang diperdagangkan di BEI.

Tidak tanggung-tanggung, sejak adanya pencanangkan kedua GI BEI tersebut, ada lebih dari 200 investor baru dari Kecamatan Maesa. Apalagi, sebagian investor yang terdaftar itu sudah membeli saham emiten-emiten besar.

Menurutnya, pertumbuhan pasar modal di Sulawesi Utara cukup menjanjikan. Data per 31 Maret 2018, jumlah investor di Bumi Nyiur Melambai ini mencapai 7.038 single investor identification (SID) dan 7.732 sub rekening efek (SRE).

Dalam pembentukan GI BEI Kecamatan Maesa dan GI BEI Tim Penggerak PKK Kota Bitung ini, Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Utara bekerja sama dengan MNC Sekuritas cabang Manado. Ini menjadi inisiatif dari Khouni Lomban Rawung, istri dari Walikota Bitung Maximilian J. Lomban.

 

Pendatanganan piagam kerja sama pendirian Galeri Investasi BEI oleh Walikota Bitung Maximilian J. Lomban, Direktur BEI Nicky Hogan, dan Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina./Bisnis-Kurniawan A. Wicaksono)

Sejak Februari 2018 telah dilakukan15 kegiatan edukasi di kantor kecamatan dan setiap kantor kelurahan. Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Utara bersama dengan MNC Sekuritas cabang Manado akan menuntaskan 10 kegiatan edukasi lanjutan sepanjang April-Juni 2018.

Hal ini dilakukan untuk mencapai sekurang-kurangnya 300 investor aktif. Apalagi, pada tahun ini, target investor baru di Sulawesi Utara yakni 2.000, atau naik 30,89% dari jumlah investor pasar modal hingga akhir 2017 sebanyak 6.474.

Nicky mengatakan pasar modal bisa menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat untuk berinvestasi terutama untuk jangka panjang. Terkait kondisi bursa yang memerah akhir-akhir ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.

Bagaimana pun, ada faktor global yang turut berpengaruh. Namun, dengan kondisi fundamental – terlihat dari beberapa indikator makroekonomi – Indonesia yang cukup baik, dia memastikan investasi di pasar modal masih menarik.

Dia mengungkapkan net sell pada 2018 (year to date) sekitar Rp30 triliun dengan penurunan indeks sekitar 2%. Namun, dia mengatakan pada tahun lalu, net sell mancapai Rp40 triliun dan indeks saham masih bisa naik 19,99%.  

“Kalau kita bicara investasi jangka panjang mestinya kita tidak perlu khawatir dengan pergerakan jangka pendek, harian, dan mingguan seperti itu. Investasi itu kan konteksnya di atas 3 tahun atau 5 tahun,” katanya.

Edukasi

Ahmad Husain, Kepala Bagian EPK, lKNB dan Pasar Modal Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut menegaskan pendirian GI BEI harus bisa menjadi sarana edukasi dan literasi kepada masyarakat, bukan hanya wahana penggunaan produk investasi pasar modal.

Apalagi, tingkat literasi keuangan saat ini masih rendah yakni sekitar 29%. Uniknya, tingkat inklusinya mencapai 68%. Artinya, perlu ada kerja keras dari sisi edukasi agar penggunaan produk sesuai dengan pemahaman yang benar.

Namun, untuk sektor pasar modal, menurut Ahmad, tingkat pemahamannya lebih besar dari pada tingkat inklusinya. Tanpa menyebut persentasenya, dia menilai hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang sudah paham terkait produk pasar modal.

“Dengan demikian dengan adanya Galeri Investasi ini diharapkan yang tadinya sudah paham apa itu saham dan lainnya bisa langsung berinvestasi,” katanya.

Direktur Utama MNC Sekuritas, Susy Meilina mengungkapkan antusias masyarakat di Bitung cukup besar. Dengan demikian, skema GI BEI baik tingkat kecamatan maupun Tim Penggerak PKK bisa dipakai juga untuk wilayah lain.

“Kuncinya di edukasi sehingga masyarakat paham bahwa menjadi bagian dari pasar modal itu tidak susah dan tidak mahal,” ujarnya.

Kunjungan ke Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Kecamatan Maesa, Bitung. / Bisnis-Kurniawan A. Wicaksono

Walikota Bitung Maximilian J. Lomban berharap masyarakat Bitung semakin mengerti pentingnya menyisihkan pendapatan dengan investasi. GI BEI Kecamatan Maesa, lanjutnya, harus bisa menjadi contoh 7 kecamatan lainnya.

Selain itu, khusus untuk BEI Tim Penggerak PKK, dia meminta agar ada akselerasi hingga aspek paling bawah yakni di tingkat kelurahan. Dengan banyak yang mengerti, menurutnya, akan meningkat pula partisipasi masyarakat di pasar modal.

“Dari hasil investasi itu, ada harapan mereka bisa melakukan kegiatan ekonomi produktif, sesuai program kami untuk UMKM,” katanya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya