Gubernur Sulawesi Tengah Berharap Poso Bebas Terorisme

Oleh: Newswire 25 April 2018 | 09:37 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Berharap Poso Bebas Terorisme
Personel Brimob yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2017 memeriksa kendaraan yang melintas di Pos Pengamanan di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (2/4)./Antara-Mohamad Hamzah

Bisnis.com, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berharap masalah terorisme di Poso bisa segera tuntas, sehingga daerah ini betul-betul bisa bergerak lebih cepat maju, mandiri dan berdaya saing.

Saat memberikan sambutan pada acara pisah-sambut Kapolda Sulteng di Palu, Selasa (24/4/2018) malam, gubernur mengatakan bahwa penuntasan masalah terorisme di Poso merupakan pekerjaan rumah bersama yang diharapkan bisa segera tuntas.

Gubernur mengatakan ahwa jajaran pemprov dan masyarakat Sulteng menyambut kedatangan Kapolda Sulawesi Tengah yang baru Brigjen Pol Ermi Widyatno dan mengharapkan kerja sama untuk membangun Sulteng akan lebih baik lagi ke depan.

"Kehadiran bapak Kapolda yang baru ini diharapkan menjadikan Sulteng betul-betul lebih maju, lebih berdaya saing dan mandiri," ujar Longki.

Sampai saat ini, katanya, ada pekerjaan dari aparat keamanan, khususnya kepolisian yang belum selesai terkait dengan sisa kelompok sipil bersenjata yang ada di wilayah Kabupaten Poso.

"Bapak Brigjen Pol Ketut Argawa (kapolda lama) juga sudah menyampaikan bahwa masih ada sisa-sisa teroris yang belum tertangkap atau menyerahkan diri. Mudah-mudahan Pak Kapolda yang baru dengan dukungan pasukan dan masyarakat Sulawesi Tengah, masalah Poso ini dapat diselesaikan bersama-sama," ujarnya.

Kepada Brigjen Pol I Ketut Argawa bersama ibu, gubernur mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam menjaga keamanan Sulteng yang kondusif sampai saat ini.

I Ketut Argawa yang baru bertugas tiga bulan di Sulteng medapat tugas baru sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Itwasum Mabes Polri, sedangkan Ermi Widiyatno sebelumnya menjabat Wakil Kapolda Riau.

Seperti diketahui, Mabes Polri mulai April 2018 ini telah mengakhiri Operasi Tinombala yang berlangsung sejak 2015 untuk mengejar anggota Mujahiddin Indonesia Timur (MTI) pimpinan Santoso (almarhum) yang melakukan aksi teror di Poso.
Operasi untuk mengejar anggota MTI yang diperkirakan masih ada tujuh orang lagi itu diserahkan kepada Polda Sulteng dengan dukungan personel Brimob dari Mabes Polri dan TNI.

Sumber : Antara

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya