Aliyah Travel Siap Fasilitasi Calon Jemaah Abu Tours

Oleh: Amri Nur Rahmat 24 April 2018 | 14:37 WIB
Aliyah Travel Siap Fasilitasi Calon Jemaah Abu Tours
Jamaah umrah Abu Tours mendatangi Kantor Cabang Abu Tours di Palembang, Jumat (9/2/2018), untuk meminta kepastian berangkat umrah./JIBI-Dinda Wulandari

Bisnis.com,MAKASSAR - Perusahaan penyelenggaran ibadah umrah yang berbasis di Makassar, Aliyah Travel bersiap memfasilitasi seluruh calon jemaah Abu Tours yang menjadi korban dari praktik penipuan berkedok umrah murah.

Sebagai informasi, Aliyah Travel merupakan member dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua, yang mengantongi izin operasional dari Kemenag sebagai penyelenggara ibadah umrah di Tanah Air.

Direktur Aliyah Travel Azhar Gazali mengemukakan fasilitasi itu diimplementasikan melalui penyediaan paket umrah dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga referensi yang ditetapkan Kemenag RI sebesar Rp20 juta.

Adapun harga paket perjalanan umrah yang diperuntukkan bagi korban Abu Tours tersebut dipatok sebesar Rp17,5 juta dengan durasi perjalanan ibadh umrah selama 9 hari.

"Namun demikian kami masih menunggu otorisasi dari Kemenag, apalagi harga paket di bawah referensi. Kami jadwalkan mulai depan sudah ada pemberangkatan," urainya saat berbincang dengan Bisnis, Selasa (24/4/2018).

Untuk tahap awal, lanjut dia, fasilitasi umrah untuk korban Abu Tours disediakan dengan kuota sebanyak 150 calon jemaah dan bakal diberangkatkan secara bergelombang mulai awal bulan depan.

Penyediaan harga paket sebesar Rp17,5 juta itu juga hanya berlaku pada periode umrah tahun ini dan tidak memungkinkan untuk berlanjut pada musim berikutnya atau bersifat jangka panjang karena terbentur regulasi maupun industri travel umrah.

Di sisi lain, sebagian besar korban dari praktik penipuan Abu Tours terkonsentrasi di Makassar atau Sulsel secara umum sehingga menjadi acuan Aliyah Travel menyediakan fasilitasi dengan harga di bawah standar.

Sebagai informasi, Abu Tours sendiri sudah tidak memiliki izin operasional dari Kemenag seiring dengan terbongkarnya praktik penipuan terhadap 86.720 calon jemaah dengan dana yang telah terhimpun mencapai Rp1,8 triliun.

Saat ini, pendiri sekaligus pemilik Abu Tours bernama Hamzah Mamba telah ditahan oleh Polda Sulsel disertai dengan penyitaan seluruh aset hasil penggelapan dan pencucian uang dana jemaah.

Hamzah Mamba dijerat beberapa pasal mulai dari pelanggaran UU Penyelenggaran Ibadah Haji dan Umrah, lalu pasal penipuan dan penggelapan serta pasal pencucian uang, di mana ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun disertai denda Rp10 miliar.

Data dari Polda Sulsel, nilai aset yang telah disita dari Abu Tours baru mencapai Rp150 miliar yang terdiri dari aset bergerak dan tidak bergerak serta beberapa item lainnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Dicky Sondani mengemukakan penyidik masih terus melakukan penyidikan dan penelusuran dana yang dihimpun oleh Abu Tours.

"Pekan lalu sudah ada penetapan tersangka baru, mantan Manager Keuangan Abu Tours. Saat ini pengembangan terus perkara terus dilakukan penyidik," katanya saat dikonfirmasi Bisnis.

Selain penetapan tersangka, lanjut dia, pihaknya juga memperpanjang masa penahanan Hamzah Mamba yang diringkus pada 23 Maret 2018 lalu.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk kepentingan penyidikan dan mengacu pada beberapa pertimbangan seperti tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta aspek lainnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer