Bank Sulutgo Tunggu Persetujuan BI Perihal Gerbang Pembayaran Nasional

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 24 April 2018 | 07:47 WIB
Bank Sulutgo Tunggu Persetujuan BI Perihal Gerbang Pembayaran Nasional
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo tengah menunggu persetujuan dari Bank Indonesia terkait pemenuhan persyaratan implementasi Gerbang Pembayaran Nasional.

Welan T. Palilingan, Direktur Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank Sulutgo) mengatakan saat pemenuhan persyaratan itu lebih pada aspek kerja sama dengan dua perusahaan switching.

“Itu sudah kami penuhi,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Bisnis.com, Senin (23/4/2018).

Bank Sulutgo, sambungnya, sudah bekerja sama dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama) dan PT Alto Network (ATM Alto). Dengan demikian, Bank Sulutgo tinggal menunggu izin dari Departemen Surveillance Sistem Keuangan (DSSK) Bank Indonesia (BI).

Seperti diketahui, implementasi GPN dilakukan secara bertahap, diawali dengan mewajibkan perbankan terkoneksi dengan minimal dua lembaga switching. Tahap selanjutnya, ada penerbitan kartu ATM berlogo GPN berlambang burung garuda warna merah.

Welan mengatakan setelah mendapat persetujuan dari DSSK BI terkait kesiapan GPN. Pihaknya baru mulai fokus pada izin penerbit kartu debet dari Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI.

“Jadi kami tinggal menunggu persetujuan dari DSSK BI untuk kesiapan GPN. Setelah itu baru izin dari DKSP untuk BSG Debit (card issuing),” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan ada beberapa produk digital (BSG Digital) yang tengah digodok dan direncanakan meluncur pada tahun ini. Produk-produk itu yakni BSG Debit, BSG Pay, BSG Mobile, dan BSG Direct.

Adapun, BSG Debit dan BSG Pay, tuturnya, diluncurkan untuk memudahkan nasabah bertransaksi atau berbelanja di toko atau restoran. Sementara, BSG Mobile dan BSG Direct untuk memudahkan nasabah bertransaksi secara online melalui perangkat mobile.

Selanjutnya, BSG Direct merupakan yang diperuntukkan bagi nasabah nonperorangan atau perusahaan dalam melakukan transaksi cash management.

“Produk-produk ini dirancang untuk kemudahan nasabah melakukan transaksi. Yang agak susah izinnya untuk BSG Debit,” imbuh Welan.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer