Bank Sulselbar Jaga Posisi LDR di Atas 85%

Oleh: Amri Hidayat 23 April 2018 | 17:06 WIB
Bank Sulselbar Jaga Posisi LDR di Atas 85%
Kantor Bank Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan./Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR -- PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berupaya mempertahankan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio/LDR di atas 85% guna menyelaraskan posisi dana dengan kinerja penyaluran kredit pada tahun ini.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat mengatakan posisi loan deposit ratio (LDR) di atas 85% tersebut dinilai sudah sangat ideal dalam memposisikan perseroan sebagai perbankan daerah dalam menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, simultan dengan likuiditas yang terjaga.

"Kebijakan yang akan kami lakukan tahun ini menjaga posisi LDR 85% ke atas. Karena jika LDR rendah, bagi bank menunjukkan besarnya dana idle, ini yang kami hindari," katanya kepada Bisnis, Senin (23/4/2018).

Upaya menjaga posisi LDR tersebut sudah terealisasi pada kuartal pertama tahun ini, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan perseroan berada pada level 94,7%. Padahal dibandingkan dengan posisi 31 desember 2017 lalu, LDR Bank Sulselbar masih berada pada level 72,78%.

Menurut dia, sasaran posisi LDR di atas 85% tersebut juga mengacu pada potensi portofolio aktiva kredit memungkinkan mencapai 70% dari aset, sedangkan DPK bisa berada pada kisaran 59% terhadap aset, sehingga posisi dana dengan aktivitas penyaluran pembiayaan dinilai patut untuk dijaga.

Untuk skala yang lebih luas, BPD milik pemda se-Sulsel dan Sulbar itu menorehkan kinerja atraktif pada kuartal pertama 2018 yang tercermin dari indikator bisnis dengan catatan pertumbuhan agresif.

Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) per 31 Maret 2018 mencapai Rp14,36 triliun dengan pertumbuhan year to date (ytd) 28,62%, di mana pada posisi 31 Desember 2017 lalu berada pada angka Rp11,16 triliun.

Fungsi intermediasi perseroan berjalan cukup baik, yang mana penyaluran kredit mencapai Rp13,611 triliun per 31 Maret 2018 dari posisi akhir tahun lalu yang mencapai Rp13,35 triliun.

Kualitas kredit perseroan juga sangat terjaga yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berada pada level 0,67%, LDR 94,7%, lalu margin bunga bersih (net interest margin/NIM) 6,94% serta BOPO sebesar 62,6%.

Bank Sulselbar juga menorehkan pertumbuhan laba hingga 25,27% menjadi Rp154,18 miliar secara tahunan pada periode kuartal pertama tahun ini. Kinerja itu ditopang pendapatan bunga bersih perseroan pada kuartal I/2018 yang mencapai Rp296,81 miliar dengan laju 16,15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, komponen beban operasional yang juga terkikis hingga 52,53% ikut membentuk kinerja laba bersih Bank Sulselbar mengalami pertumbuhan yang tinggi di kuartal pertama tahun ini.

Kemudian dari sisi aset, perseroan mencatatkan pertumbuhan hingga 20,39% 31 Maret atau mencapai Rp21,12 trilun, di mana pada akhir tahun lalu masih berada pada angka Rp17,54 triliun. "Namun untuk aset masih akan mengalami kondisi berbeda di akhir tahun ini," urai Rahmat.

Dalam kesempatan berbeda, Pj. Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono berharap agar kinerja Bank Sulselbar sebagai bank kebanggan Sulsel bisa terus terjaga dan memberikan kontribusi signfikan terhadap pembangunan maupun perekonomian daerah.

"Jika melihat kinerja di awal tahun ini, Bank Sulselbar tentu diharapkan bisa menjaga tren tersebut secara berkelanjutan. Menurut saya, fungsi sebagai Bank Pembangunan Daerah sudah dijalankan bank Sulselbar sangat optimal sejauh ini," katanya singkat.

Editor: Fajar Sidik

Berita Terkini Lainnya