Jadi Perwakilan Indonesia di Makau, Sulut Lihat Peluang Kerja Sama

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 20 April 2018 | 20:03 WIB
Jadi Perwakilan Indonesia di Makau, Sulut Lihat Peluang Kerja Sama
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E Kandouw (kiri) saat menghadiri simposium di Makau/Humas Pemprov Sulut

Bisnis.com, MANADO – Sulawesi Utara menjadi perwakilan Indonesia dalam simposium di Makau, China. Hal ini dinilai sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap Bumi Nyiur Melambai.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E Kandouw mengatakan keikutsertaan Sulut dalam rangkaian Symposium of Mayors' Visiting Program for China's Neighboring Countries menjadi bukti diperhitungkannya provinsi ini di kancah dunia.

“Sulut semakin dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia dan Asia Pasifik yang pantas dijadikan tujuan investasi dan pariwisata karena letak, potensi dan stabilitas politik dan keamanannya,” klaimnya, seperti dikutip dari laman resmi Humas Pemprov Sulut, Jumat (20/4/2018).

Menurutnya, bersandingnya Sulut mewakili Indonesia dan bersanding dengan 14 negara lainnya ini bukan didapat secara tiba-tiba. Menurutnya, pengakuan ini merupakan hasil dari kerja keras Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam memanfaatkan seluruh potensi dan letak geografis Sulut.

Simposium ini digelar oleh The Macao Trade and Investment Promotion Institute (IPIM). IPIM, lanjutnya, memiliki tujuan promosi perdagangan eksternal, penarikan investasi asing, serta pengembangan perdagangan dan hubungan ekonomi Makau dengan seluruh dunia.

Dia memaparkan realisasi investasi di Sulut 2017 mampu mencapai Rp7,9 triliun. Pasalnya, target dalam RPJMD 2016-2021 hanya Rp2,5 triliun setiap tahun. Ini merupakan hasil dari berbagai terobosan yang telah dilakukan.

Menurutnya, hadirnya Sulut menjadi sinyal bahwa persaingan di tingkat global ke depan sudah mengarah pada persaingan regional/ daerah. Artinya, persaingan sudah lebih spesifik, bahkan hingga tingkat provinsi.

Dalam pertemuan itu, Wagub memaparkan sejumlah keberhasilan pembangunan Provinsi Sulut, satu diantaranya adalah bidang pariwisata yang berkembang pesat karena kunjungan wisatawan asal Tiongkok yang melakukan kunjungan wisata ke Sulut.

Hal yang spesifik, salah satunya terkait kerja sama di bidang pariwisata. Menurutnya, beberapa faktor penunjang diperbaiki agar hambatan dalam kunjungan wisatawan baik dari China ke Sulut ataupun sebaliknya dapat dikurangi.

Pihaknya juga berharap ada kerjasama penerbangan langsung dari China ke Manado agar akses wisatawan semakin mudah dalam mengunjungi Sulut. Pasalnya, pihak pemerintah China menyambut baik usulan kerja sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada bulan kedua tahun ini mengalami lonjakan naik hingga 110,86% dibandingkan dengan tahun lalu.

Adapun, wisman asal China masih mendominasi. Pada Februari 2018, wisman asal China yang berkunjung ke Bumi Nyiur Melambai mencapai 9.887 orang atau mengambil porsi 91,60%. Bulan sebelumnya, wisman asal Negeri Tirai Bambu mencapai 7.671 orang atau mengambil porsi 90,19%.

Peningkatan wisman asal China dari waktu ke waktu ini, sambungnya, sejalan dengan adanya penerbangan carter yang sudah reguler tiap minggunya. Setelah China, kunjungan wisman terbanyak yakni Amerika (1,10%), Jerman (1,06%), Hong Kong (0,94%), dan Singapura (0,92%).

Selain melakukan pertemuan, Wagub bersama rombongan delegasi Indonesia mengunjungi Makau dan Ibu Kota Provinsi Sichuan Chengdu untuk melihat kehidupan masyarakat dan potensi yang bisa dijadikan bahan kerjasama antara kedua daerah.

Selain Steven yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dalam kunjungan itu turut ikut serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Kartika Defi Kandouw Tanos dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Henry Katjili.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya