PDAM Kota Makassar Kehilangan Potensi Pendapatan Rp180 Juta

Oleh: Martin Sihombing 17 April 2018 | 20:40 WIB
PDAM Kota Makassar Kehilangan Potensi Pendapatan Rp180 Juta
PDAM Kota Makassar mengestimasi kehilangan potensi pendapatan Rp180 juta akibat kerusakan fasilitas sumber air baku/ perusahaan.Istimewa

Bisnis.com,MAKASSAR - PDAM Kota Makassar mengestimasi kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp180 juta seiring dengan kerusakan pada fasilitas sumber air baku perusahaan.

Adapun kerusakan yang dimaksud terdapat pada Bendungan Karet Sungai Jeneberang Gowa, di mana salah satu bantalan bendungan tersebut jebol.

Direktur Teknik PDAM Makassar Kartia Bado mengemukakan jika kerusakan tersebut tidak segera diperbaiki dalam kurun waktu dua pekan ke depan, maka potensi pendapatan bakal terjadi.

"Produksi air bersih kami turun sekitar 30%, karena debit air baku dari jeneberang turun rata-rata 50 liter per detik," katanya, Selasa (17/4/2018).

Hal tersebut berakibat pada suplai air bersih terhadap pelanggan mengalami penurunan dan bakal membuat perusahaan kehilangan potensi pendapatan Rp180 juta dalam dua pekan.

Estimasi kehilangan pendapatan itu masih memungkinkan bertambah jika fasilitas bantalan di Bendungan Jeneberang tidak mengalami perbaikan.

Fasilitas itu menyuplai kebutuhan air baku instalasi pengolahan air (IPA) IV Maccini Sombala yang mendistrusikan air bagi pelanggan pada beberapa wilayah di Makassar.

Tidak hanya itu, papar Kartia, kerusakan pada bendungan untuk jangka panjang bakal membuat operasional IPA IV Maccini Sombala disetop secara total.

Pasalnya kerusakan tersebut menyebabkan kadar chlorite akibat intrusi air laut sudah berada diambang batas maksimal syarat air baku bisa diproduksi.

"Tidak mungkinlah kita memproduksi air apabila air baku tidak sesuai yang dipersyaratkan. Karena hal itu akan mempengaruhi kualitas air yang diterima oleh masyarakat," urainya.

Adapun debit air dalam kondisi normal sekitar 220 liter per detik, lalu pada saat ini hanya berkisar 150 liter per detik setelah kerusakan bendungan per 12 April 2018 lalu.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer