Sulut Wajibkan ASN Pakai Bright Gas, Olly Bakal Bikin Pergub

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 16 April 2018 | 10:03 WIB
Penyerahan simbolis Brigth Gas dari General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Tengku Fernanda kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. / Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menegaskan akan mengeluarkan peraturan gubernur terkait kewajiban penggunaan LPG nonsubsidi, Bright Gas 5,5 kg bagi aparatur sipil negara di wilayahnya.

Pada tahap pertama, kewajiban akan diberlakukan untuk pegawai eselon I dan II. Dalam perkembangannya nanti, pegawai eselon III bahkan eselon IV juga bisa diwajibkan untuk menggunakan gas produk PT Pertamina (Persero) tersebut.

“Gubernur akan mengeluarkan pergub [peraturan gubernur] untuk seluruh ASN [aparatur sipil negara]. Pergub mulai dibuat Senin, makanya saya minta Hiswana Migas dan Pertamina melakukan MoU sehingga program bisa berjalan langsung,” ujarnya, dikutip Senin (16/4/2018).

Dia memaparkan jumlah ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara – di luar guru – ada sekitar 10.000. Pihaknya berharap dengan adanya kewajiban bagi ASN, masyarakat mulai bangga menggunakan produk-produk nasional.

Tidak tanggung-tanggung, dalam gelaran “Ekspedisi Energi Celebes” Pertamina, Sabtu (14/4/2018), pihaknya menjanjikan subsidi 50% untuk pembelian tabung pink Bright Gas bagi para guru sekolah dasar di wilayah Bumi Nyiur Melambai.

“Pemerintah provinsi langsung mendukung untuk pengadaan tabungnya. Jadi separuh harga pemerintah provinsi mensubsidi secara langsung sehingga penggunaan ini langsung tersebar di tengah-tengah masyarakat,” imbuh Olly.

Dia pun berharap agar perusahaan pelat merah ini bisa terus bekerja sama dengan pemprov untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Bukan saja pelayanan yang menjangkau daerah perbatasan, tapi juga terkait dengan energi terbarukan.

Kendati mengampanyekan penggunaan produk nasional, terutama dari Pertamina, Olly menegaskan tidak akan membatasi perusahaan energi yang mau masuk ke Sulut. Pihaknya menyadari hal ini menyangkut regulasi persaingan usaha.

“Kita tidak boleh membatasi karena nanti akan kena [regulasi] persaingan usaha, enggak boleh. Namun, kita akan bekerja sama dengan Pertamina dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sehingga masyarakat secara langsung tertarik dengan produk-produk dalam negeri,” jelasnya.

General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Tengku Fernanda mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Utara yang mewajibkan ASN menggunakan Bright Gas.

Hal ini dikarenakan LPG 3 kilogram tabung melon hanya untuk masyarakat berpenghasilan maksimal Rp1,5 juta per bulan. Sehingga, masyarakat – termasuk ASN – yang mempunyai penghasilan di atas itu sudah seharusnya mengonsumsi LPG nonsubsidi.

Saat ini, komposisi penggunaan LPG 3 kilogram di Sulawesi Utara masih mendominasi hingga 93%. Sisanya, yakni 7% sudah menggunakan Bright Gas. Dengan adanya kewajiban bagi ASN, pihaknya optimistis akan peningkatan porsi penggunaan LPG nonsubsidi.

“Kami targetkan dalam waktu dekat minimal 20% [porsi penggunaan Bright Gas] tahun ini. Artinya, masyarakat sudah switching. Seberapa pun kebutuhan masyarakat akan Bright Gas untuk menggantikan yang 3 kilogram akan kami siapkan,” katanya.

Selain menyosialisasikan penggunaan Bright Gas, dalam gelaran “Ekspedisi Energi Celebes”, Pertamina memperkenalkan produk perta series, mulai dari pertalite, pertamax, hingga pertamax turbo.

Selain itu, Tengku juga mengatakan ada pembagian 6.000 pasang sepatu kepada para siswa sekolah dasar di sepanjang jalur ekspedisi dari Makassar. Khusus untuk Sulawesi Utara, ada sekitar 1.800 pasang sepatu yang dibagikan sebagai bagian dari kegiatan CSR Pertamina.

“Dana CSR 2018 Pertamina untuk Sulut sekitar Rp5 miliar. Ini akan digunakan untuk pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Tengku Fernanda memakaikan sepatu kepada siswa. Ada 1.800 pasang sepatu yang dibagikan untuk wilayah Sulawesi Utara.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya