Pertamina Dorong Industri Kuliner Migrasi ke Elpiji Non Subsidi

Oleh: Amri Nur Rahmat 09 April 2018 | 16:40 WIB
Pertamina Dorong Industri Kuliner Migrasi ke Elpiji Non Subsidi
Warga membeli tabung elpiji 3 kilogram di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/3)./Antara-Basri Marzuki

Bisnis.com, MAKASSAR - PT Pertamina MOR VII Sulawesi berupaya meningkatkan komposisi penyerapan elpiji non subsidi terutama pada segmen industri kuliner non mikro di area operasional perseroan.

GM Pertamina MOR VII Sulawesi Tengku Fernanda mengemukakan upaya tersebut diimplementasikan melalui pemberian apresiasi terhadap konsumen segmen pelaku usaha pengguna produk elpiji non subsidi sehingga mampu memantik pelaku usaha lainnya memanfaatkan produk non subsidi tersebut.

Dia menjelaskan, program apresiasi itu diharapkan memperbesar rasio pelaku usaha non mikro di bidang kuliner untuk menggunakan produk non subsidi yakni bright gas sebagai pengganti dari elpiji 3 kg yang berkategori subsidi.

"Apresiasi kami diantaranya dalam bentuk fasilitasi promosi hingga pendampingan manajerial pemasaran. Karena peran aktif pelaku usaha non mikro ini untuk beralih ke bright gas sangat signifikan terhadap penyaluran elpiji subsidi tepat sasaran," katanya, Senin (9/4/2018).

Sebagai tahap awal, program apresiasi itu diberikan kepada pelaku usaha kuliner non mikro di Kota Makassar yang menjadi penyerap tertinggi produk elpiji non subsidi tersebut.

Sejauh ini, perseroan telah memberikan apresiasi terhadap 3 pelaku industri kuliner di Makassar berkala non mikro yang secara konsisten telah menggunakan bright gas 5,5 kg.

Tengku menargetkan, pada periode tiga bulan kedepan bisa menjaring hingga 30 pelaku usaha kuliner yang memanfaatkan bright gas sebagai bahan bakar penunjang kegiatan operasional.

Secara kumulatif, penyerapan elpiji non subsidi baik bright gas maupun elpiji ukuran 12 kg di Wilayah Sulawesi terus mencatatkan peningkatan cukup signifikan.

Sebagai gambaran, konsumsi elpiji non subsidi itu mencapai 11.706 metrik ton (MT) sepanjang tahun lalu atau melejit hingga 104% dari tahun sebelumnya yang menjadi titik peluncuran produk bright gas 5,5 kg.

Di sisi lain, papar Tengku, sosialisasi secara massif dan berkelanjutan terutama pada segmen konsumen berklasifikasi menengah atas agar bisa beralih ke elpiji non subsidi dengan opsi pilihan bright gas.

Dia menjelaskan, dorongan penggunaan elpiji nin subsidi itu bukan berarti untuk mengganti keberadaan elpiji 3 kg, tetapi lebih berorientasi dalam mendukung program subsidi elpiji tepat sasaran yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Pelibatan pemda juga menjadi instrumen pelaksaan, di mana salah satunya dimannifestasikan Pemprov Sulsel melalui surat edaran larangan penggunaan elpiji 3 kg untuk segmen tertentu.

"Secara umum, harapan nya kami agar elpiji 3 kg ini dimanfaatkan sesuai dengan sasaran peruntukannya. Untuk segmen menengah atas, baiknya gunakan non subsidi, bright gas alternatifnya," ujar Tengku.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer