Sulut Bakal Promosi ke Serbia

Oleh: Kurniawan A. Wicaksono 09 April 2018 | 20:05 WIB
Sulut Bakal Promosi ke Serbia
Suasana pertemuan/ Humas pemprov Sulut

Bisnis.com, MANADO – Sulawesi Utara akan mempromosikan investasi dan kebudayaan ke Serbia pada Juli 2018.

Hal ini disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Serbia merangkap Montenegro, Harry R. J. Kandou saat bertemu langsung dengan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Senin (8/4/2018).

Harry mengatakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulut menjadi agenda utama kunjungannya kali ini.

Pameran yang akan diikuti nantinya akan mengedepankan promosi terkait investasi – terutama pariwisata – dan budaya bertajuk ‘North Sulawesi Wonderland’.

“Direncanakan akan dihadiri 5.000 orang, dengan berbagai kegiatan diantaranya pasar kuliner, promosi produk daerah, budaya hingga promosi musik daerah yang akan berkolaborasi dengan musik modern Serbia,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Humas Pemprov Sulut.

Karakter masyarakat Serbia yang gemar dengan hiburan serta mudah mengadakan acara yang berkaitan dengan musik membuat KBRI optimistis kegiatan ini akan berlangsung baik dan memberikan dampak positif bagi Sulut.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada KBRI Serbia.

Pihaknya berpesan agar acara dikemas menarik sehingga membawa hasil yang berdampak positif bagi kemajuan daerah Sulut.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Luar Negeri, komoditas ekspor utama Indonesia ke Serbia a.l. karet alam, kertas, minyak kelapa sawit dan produk turunannya, produk perikanan, kelapa dan produk turunannya, serta alas kaki.

Sementara, komoditas impor utama Indonesia dari Serbia a.l. produk makanan olahan, peralatan untuk analisa kimia dan fisika, peralatan terapis mekanis, alat pemanas, kayu, serta produk kebersihan dari bahan karet.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dengan Serbia pada 2017 mencapai US$20,8 juta.

Nilai tersebut terbagi atas ekspor US$4,1 juta dan impor senilai US$25,3 juta sehingga neraca perdagangan Indonesia masih defisit US$12,6 juta.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya

Berita Populer